• Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger Templates

    Pendidikan

    Pendidikan

    Iklan

    terkini

    Kementan Siapkan Bibit Bawang Putih untuk 70.000 Hektar di Lombok Timur

    Senin, 09 Februari 2026, 18.53 WIB Last Updated 2026-02-09T10:53:11Z
    Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman didampingi Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin meninjau bawang putih. Foto/istimewa 


    Lokalnews.id - Kementerian Pertanian (Kementan) akan menggelontorkan bantuan bibit bawang putih untuk pengembangan lahan hingga 70.000 hektar di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai bagian dari strategi percepatan swasembada nasional.


    Komitmen tersebut disampaikan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, saat melakukan kunjungan kerja ke Sembalun, Lombok Timur, Senin (9/2). Agenda itu sekaligus menandai peluncuran kesiapan pengembangan bawang putih di NTB yang ditetapkan sebagai sentra produksi nasional.


    Dalam kesempatan itu, Amran mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah—baik di tingkat provinsi maupun kabupaten—dalam merespons kebutuhan pangan nasional, khususnya untuk komoditas bawang putih. 


    Pemerintah pusat, kata dia, menargetkan NTB mampu mengelola sedikitnya 25.000 hingga 50.000 hektar lahan guna menyuplai kebutuhan provinsi lain sekaligus menekan ketergantungan impor.


    “Target kita menghentikan impor dalam tiga sampai lima tahun ke depan. Untuk swasembada, secara nasional hanya dibutuhkan sekitar 100.000 hektar. Dengan pengalaman mengelola jutaan hektar sawah, saya yakin target ini bisa dicapai,” ujar Amran.


    Ia juga menyoroti produktivitas bawang putih di NTB yang dinilai menjanjikan. Rata-rata hasil panen mencapai 20 ton per hektar, bahkan di beberapa lokasi menyentuh angka 28 ton per hektar. Selain kuantitas, kualitas bawang putih lokal disebut lebih unggul dibandingkan produk impor.


    “Kualitasnya sangat bagus, bahkan melampaui barang impor. Karena itu program pemerintah kami pusatkan di sini,” katanya.


    Untuk memperkuat program tersebut, Kementerian Pertanian menyiapkan dukungan penuh melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), termasuk penyediaan bibit secara masif serta jaminan pascapanen. Pemerintah juga berencana menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) agar petani terlindungi dari fluktuasi harga.


    “Negara akan menjamin. Kami siapkan HPP supaya harga tetap terjaga. Tidak boleh ada petani yang rugi,” tegas Amran.


    Selain sektor hortikultura, ia menyinggung pentingnya sistem pangan yang terintegrasi, mulai dari ketersediaan pakan, sektor peternakan, hingga stabilitas harga jagung di tingkat petani sebagai fondasi ketahanan pangan daerah.


    Kepada para penyuluh pertanian lapangan (PPL), Amran meminta perubahan pola pikir dalam bekerja. Ia mendorong para penyuluh untuk menjadi teladan dengan mengelola kebun sendiri dan bersikap proaktif.


    “Jangan tanya apa yang negara berikan kepada kita, tapi apa yang bisa kita berikan kepada negara. PPL bisa menjadi menteri, gubernur, atau bupati kalau mau bekerja keras,” ucapnya.


    Menurut Amran, perubahan terbesar terletak pada cara pandang. Jika pola pikir bergeser, kesejahteraan pun dapat mengikuti. “Negara ini akan maju kalau kita siap bergerak dan bertindak bersama,” pungkasnya.


    Dalam kunjungan tersebut, Menteri Pertanian meninjau lantai jemur serta lahan tanam bawang putih. Ia juga berdialog dengan para penyuluh dari berbagai kabupaten di Pulau Lombok, sekaligus mendengarkan sejumlah kendala di lapangan dan menawarkan solusi. (ln)

    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Kementan Siapkan Bibit Bawang Putih untuk 70.000 Hektar di Lombok Timur

    Terkini

    Space disewakan