-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bukan Dibasmi, Anjing Liar di Lotim Akan Dikendalikan Lewat Sterilisasi

Kamis, 30 April 2026 | 22.35 WIB Last Updated 2026-04-30T14:35:14Z
Workshop sterilisasi dan vaksinasi anjing liar, di aula Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lotim. Foto : istimewa



Lokalnews.id — Maraknya kejadian yang melibatkan anjing liar dalam beberapa waktu terakhir berdampak pada rasa aman masyarakat Lombok Timur (Lotim). Merespons situasi itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lotim melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, menggelar workshop sterilisasi dan vaksinasi anjing liar, Kamis (30/4).


Wakil Bupati Lotim, H. Moh. Edwin Hadiwijaya menegaskan, pendekatan eliminasi yang pernah dilakukan sebelumnya bukanlah solusi yang tepat. 


Ia menyebut, selain tidak efektif dalam jangka panjang, langkah tersebut juga berpotensi memicu sorotan dari pemerhati hewan, terlebih Lombok dikenal sebagai destinasi wisata.


“Untuk mengatasi itu eliminasi bukan jalan yang direkomendasikan. Paling efektif adalah sterilisasi. Tapi ini tidak bisa dilakukan sporadis, harus berkelanjutan,” ujarnya saat membuka workshop di Aula Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.


Menurutnya, isu kesejahteraan hewan kini menjadi perhatian luas, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga global. Karena itu, kebijakan yang diambil pemerintah perlu mempertimbangkan aspek tersebut, selain faktor keamanan masyarakat.


Meski demikian, Edwin mengakui bahwa program sterilisasi membutuhkan dukungan sumber daya yang tidak sedikit, baik dari sisi tenaga maupun anggaran. Terlebih, hingga kini pemerintah daerah belum memiliki data pasti terkait populasi anjing liar di wilayahnya.


Dalam konteks itu, kehadiran organisasi non-pemerintah (NGO) asal Jerman dalam workshop tersebut diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi. Pemerintah daerah ingin memetakan opsi-opsi realistis yang bisa dijalankan di tengah keterbatasan fiskal.


“Dari diskusi ini kita harapkan ada opsi, mana yang bisa kita lakukan sendiri, mana yang bisa dibantu NGO,” kata Edwin.


Ia juga menyoroti persoalan lain yang turut memicu meningkatnya populasi anjing liar, yakni pengelolaan sampah. Timbunan sampah rumah tangga disebut menjadi sumber makanan utama bagi hewan-hewan tersebut.


Karena itu, masyarakat didorong mulai memilah sampah dari rumah. Selain menekan volume sampah, langkah ini dinilai dapat mengurangi keberadaan anjing liar di sekitar permukiman.


Data pemerintah menunjukkan, sepanjang 2025 tercatat lebih dari 170 kasus gigitan anjing liar di Lotim. Sementara pada 2026, sebelum memasuki pertengahan tahun, jumlah kasus telah mencapai 70 kejadian.


Kendati demikian, Lotim hingga kini masih berstatus bebas rabies. Status yang diakui perlu dijaga di tengah meningkatnya interaksi antara manusia dan hewan liar.


Workshop ini diikuti oleh dokter hewan dari lingkup Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, perwakilan Dinas Kesehatan, serta NGO dan pemerhati hewan. 


Forum tersebut diharapkan menjadi titik awal perumusan strategi pengendalian populasi anjing liar yang lebih terukur dan berkelanjutan.

×
Berita Terbaru Update