-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

RSUD Selaparang Terkendala SDM, Target Jadi Rumah Sakit Pariwisata Masih Tertunda

Minggu, 12 Juli 2026 | 06.30 WIB Last Updated 2026-07-12T22:31:05Z
RSUD Selaparang. Foto : LokalNews.id


Suela, LokalNews.id - RSUD Selaparang di Kecamatan Suela, Lombok Timur, sejatinya diproyeksikan menjadi rumah sakit pariwisata yang menopang kawasan wisata Sembalun. Namun, keterbatasan sumber daya manusia (SDM), terutama dokter spesialis, membuat rencana tersebut belum bisa terwujud sepenuhnya. 


Direktur RSUD Selaparang Muhammad Azwardi mengatakan rumah sakit itu sejak awal dibangun dengan dukungan anggaran dari Kementerian Pariwisata. Lokasinya dipilih karena menjadi daerah penyangga destinasi wisata Sembalun.


"Sejak awal memang konsepnya rumah sakit pariwisata karena pembangunannya didukung anggaran dari Kementerian Pariwisata. Lokasinya dipilih untuk menopang kawasan Sembalun," kata Azwardi, Sabtu (11/7).


Meski demikian, saat ini RSUD Selaparang masih berstatus rumah sakit tipe D pratama yang fungsinya setara dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Kondisi itu disebabkan belum terpenuhinya tenaga dokter spesialis dan SDM pendukung lainnya, termasuk penerjemah bagi wisatawan mancanegara.


Selama beroperasi, RSUD Selaparang banyak menangani wisatawan yang mengalami kecelakaan lalu lintas hingga hipotermia akibat cuaca dingin di kawasan Sembalun.


"Kalau wisatawan mancanegara juga kami layani. Tetapi biasanya mereka membawa obat sendiri, mereka hanya membutuhkan alat atau tindakan medis," ujarnya.


Untuk memperkuat pelayanan, RSUD Selaparang baru-baru ini menjalin kerja sama dengan Klinik Nusa Medika Sembalun melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Kerja sama itu mencakup layanan radiologi dan laboratorium.


"Sementara kami bekerja sama di situ dulu sembari menunggu terpenuhinya dokter spesialis bedah, penyakit dalam, anak, dan spesialis lainnya," katanya.


Azwardi juga mengakui jumlah kunjungan pasien masih relatif rendah. Menurutnya, hal itu dipengaruhi status RSUD Selaparang yang belum menjadi rumah sakit rujukan. Selain itu, di wilayah sekitar sudah terdapat sejumlah puskesmas dan klinik swasta.


"Ketika ada kasus rujukan, tidak bisa ke sini karena status kami masih FKTP," jelasnya.


Saat ini RSUD Selaparang memiliki 25 tempat tidur. Manajemen tengah menyiapkan penambahan kapasitas menjadi 50 tempat tidur sebagai syarat peningkatan status menjadi rumah sakit tipe D.


Selain penambahan tempat tidur, rumah sakit juga masih berupaya merekrut dokter spesialis, terutama spesialis penyakit dalam dan anak.


"Soal alat-alat kami sudah ada. Yang sedang kami cari sekarang adalah dokter spesialis, bahkan sudah kami umumkan melalui grup Ikatan Dokter Indonesia," ujarnya.


Jika status rumah sakit meningkat menjadi tipe D dan menjadi rumah sakit rujukan, Azwardi optimistis jumlah kunjungan pasien akan bertambah. Saat ini, layanan rawat jalan di RSUD Selaparang rata-rata melayani 15-20 pasien per hari, sedangkan pasien rawat inap tercatat lebih dari 10 orang.


"Insyaallah dalam waktu dekat ini naik menjadi rumah sakit tipe D sebagai rumah sakit rujukan, otomatis kunjungan pasien akan meningkat," pungkasnya.

×
Berita Terbaru Update