![]() |
| Wakil Rektor IAIH Pancor, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom. Foto: istimewa |
LOMBOK TIMUR, LokalNews.id - Wakil Rektor IAIH Pancor, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom, menyoroti kasus yang terjadi di salah satu pondok pesantren di Lombok Tengah. Hayyi meminta pihak yang terbukti melanggar hukum diproses sesuai ketentuan, namun meminta masyarakat tidak menghakimi pesantren secara kelembagaan.
Menurut Hayyi, pondok pesantren memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia. Keberadaan pesantren bahkan telah ada jauh sebelum Indonesia merdeka dan turut melahirkan banyak tokoh serta pejuang kemerdekaan.
"Jika terdapat kejadian atau kasus di sebuah pondok pesantren yang melanggar hukum atau pidana, maka oknum yang bersangkutan memang harus ditindak secara hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Hayyi, Jumat (25/9).
Namun, dia menegaskan persoalan yang dilakukan individu tidak semestinya menjadi alasan untuk memberikan penghakiman terhadap pondok pesantren secara keseluruhan.
"Tetapi kemudian kita tidak boleh memberikan penghakiman terhadap pondok pesantren. Karena pondok pesantren secara kelembagaan dan secara institusi telah memberikan sumbangan yang sangat besar terhadap perjalanan kehidupan umat," ujarnya.
Hayyi menilai, pesantren memiliki kontribusi besar dalam pendidikan keagamaan dan pembentukan generasi bangsa. Karena itu, keberadaan lembaga pendidikan Islam tersebut tetap perlu mendapatkan perhatian dan dukungan.
Dia juga meminta, masyarakat melihat persoalan yang terjadi di lingkungan pesantren secara komprehensif dan bijaksana. Menurutnya, proses hukum terhadap oknum yang melanggar aturan harus tetap berjalan, sementara pendidikan di pesantren perlu terus diperkuat.
"Pada satu sisi, pondok pesantren yang menyelenggarakan pendidikan agama harus tetap diperkuat. Bahkan tetap didorong untuk menjadi maju," katanya.
Hayyi menyebut, terdapat banyak santri dan santriwati yang sedang menempuh pendidikan di pesantren dan menggantungkan cita-citanya untuk masa depan.
Karena itu, menurut dia, persoalan yang terjadi di sebuah pesantren tidak boleh menghilangkan perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan para santri.
"Saya berpikir mudah-mudahan kita bisa lebih komprehensif, lebih arif dalam melihat fenomena-fenomena yang terjadi di pondok pesantren," tuturnya.
Akademisi NWDI itu berharap, ribuan pondok pesantren yang tersebar di Indonesia terus berkembang dan mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi pendidikan Islam.
"Mudah-mudahan pondok pesantren kita yang jumlahnya ribuan di seluruh tanah air ini semakin maju, semakin berkembang, bahkan mudah-mudahan mampu menjadi kiblat pendidikan Islam dari seluruh dunia," pungkasnya.
