-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dari Pattani ke Pancor, Dua Santriwati Thailand Menuntut Ilmu di IAIH

Kamis, 01 Oktober 2026 | 17.35 WIB Last Updated 2026-10-01T09:35:20Z
Dua mahasiswi (tengah) berasal dari Pondok Pesantren Darul Barakah, Pattani, Thailand. Foto: istimewa

 

LOMBOK TIMUR, LokalNews.id – Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor menerima dua mahasiswi asal Thailand yang akan menempuh pendidikan di kampus tersebut. Kedatangan dua mahasiswa internasional itu disebut menjadi bagian dari langkah IAIH Pancor memperluas jejaring pendidikan hingga tingkat internasional.


Kedua mahasiswi tersebut, Nur Fatihah dan Safiyah, berasal dari Pondok Pesantren Darul Barakah, Pattani, Thailand. Keduanya didampingi Ustaz Abdullah dan Ustazah Misbah, Lc.


Penyambutan berlangsung di ruang pertemuan lantai 3 IAIH Pancor dan dihadiri Wakil Rektor I, Wakil Rektor III, para dekan, wakil dekan, serta ketua program studi di lingkungan IAIH Pancor.


Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Shalawat Nariyah, sambutan, serta penyematan almamater IAIH Pancor kepada kedua mahasiswi asal Thailand tersebut.


Wakil Rektor I IAIH Pancor, Dr Abdul Hayyi Akrom, menyampaikan, kehadiran dua mahasiswa asing tersebut merupakan buah dari silaturahmi Rektor YH Pancor, Tuan Guru Bajang Dr. TGKH. Muhammad Zainul Majdi, M.A., ke Pondok Pesantren Darul Barakah di Pattani, Thailand, sekitar Januari 2026.


Menurutnya, kedatangan mahasiswa dari Thailand menjadi kebahagiaan sekaligus kesyukuran bagi keluarga besar IAIH Pancor. Hal itu juga menunjukkan semakin luasnya perhatian masyarakat luar negeri terhadap IAIH Pancor.


“Ini menjadi bagian dari ikhtiar nyata IAIH Pancor untuk bersungguh-sungguh menggapai visi dan misinya, yaitu menjadi kampus bertaraf internasional pada masa-masa yang akan datang,”katanya, Kamis (1/10).


Dr Abdul juga mengungkapkan, adanya kedekatan historis dan keilmuan antara keluarga besar Darul Barakah Pattani dengan Maulana Syeikh Tuan Guru K.H. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.


Nama Maulana Syeikh, kata dia, bahkan sudah sangat familiar di lingkungan keluarga besar Darul Barakah. Pendiri pesantren tersebut, Baboh Ismail, disebut pernah berziarah ke makam Maulana Syeikh di Pancor.


Saat bertemu TGB Muhammad Zainul Majdi dalam kunjungan ke Darul Barakah pada Januari 2026, Baboh Ismail juga mengetahui bahwa sosok yang datang tersebut merupakan tokoh yang pernah menjabat sebagai Gubernur NTB.


Sementara itu, Ustazah Misbah, Lc., yang merupakan putri Baboh Ismail, menyampaikan salam dari pimpinan Pondok Pesantren Darul Barakah sekaligus apresiasi atas penerimaan keluarga besar IAIH Pancor terhadap dua santriwatinya.


Ia berharap, Nur Fatihah dan Safiyah dapat mengikuti pendidikan dengan sungguh-sungguh sehingga memiliki ilmu yang cukup dan kelak menjadi penyambung sanad keilmuan Maulana Syeikh untuk dikembangkan di Thailand.


Bagi keluarga besar Darul Barakah, penghormatan terhadap Maulana Syeikh juga menjadi salah satu alasan penting dalam hubungan pendidikan dengan IAIH Pancor.


“Harapannya kedua santriwati ini dapat menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh di YH Pancor sehingga menjadi orang yang berilmu dan menjadi penyambung sanad ilmu Bapak Maulana Syeikh untuk disebarkan di Thailand," harap Ustazah Misbah. 


Pondok Pesantren Darul Barakah sendiri diketahui mengakomodasi santriwati dari keluarga kurang mampu, anak yatim piatu, serta melakukan pemberdayaan terhadap para mualaf di Thailand.


Kebutuhan terhadap pemahaman ilmu agama tersebut menjadi salah satu alasan Darul Barakah mengirimkan dua santriwatinya untuk menempuh pendidikan di IAIH Pancor.


Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor III IAIH Pancor, Dr. Ahmad Muzayyin, menyampaikan optimismenya agar ke depan semakin banyak mahasiswa asing dari berbagai negara yang menempuh pendidikan di IAIH Pancor.


Ia berharap mahasiswa internasional nantinya tidak hanya berasal dari Thailand, tetapi juga dari berbagai penjuru dunia sehingga eksistensi IAIH Pancor semakin dikenal di tingkat internasional.


“Semoga pada masa-masa yang akan datang semua program studi di IAIH Pancor memiliki mahasiswa asing dari berbagai penjuru, sehingga kampus IAIH Pancor semakin dikenal pada level yang lebih luas, yakni level internasional,” ujarnya. (LN)

×
Berita Terbaru Update