-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dibangun dari Dana Miliaran, Lombok Hospital Terbengkalai Kini Mau Diambil Alih

Rabu, 08 April 2026 | 19.20 WIB Last Updated 2026-04-08T11:20:51Z
Rumah Sakit Lombok Hospital Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya. Foto : istimewa 


Lokalnews.id — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersiap mengambil alih pengelolaan Lombok Hospital yang berlokasi di Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya. Langkah ini muncul setelah rumah sakit bernilai miliaran rupiah tersebut tak kunjung difungsikan sejak diresmikan.


Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menegaskan sikap itu saat meninjau langsung lokasi pada Rabu (8/4). Ia menilai fasilitas kesehatan tersebut terlalu sayang jika terus dibiarkan terbengkalai.


“Sayang sekali kalau tidak kita berdayakan, kalau tidak kita fungsikan,” ujarnya.


Lombok Hospital sendiri dibangun sejak 2019 oleh Vlok Fondation Holland asal Belanda bersama Dewan Masyarakat Sehat (DMS), dengan nilai pembangunan mencapai sekitar Rp25 miliar. Namun, pengadaan alat kesehatan dan sumber daya manusia yang dibebankan kepada pemerintah daerah belum terpenuhi, sehingga operasional rumah sakit tak pernah berjalan.


Akibatnya, bangunan yang digadang-gadang menjadi pusat layanan kesehatan bagi warga di lima desa sekitar itu kini justru mangkrak.


Menurut Warisin, masyarakat setempat sangat berharap rumah sakit tersebut segera difungsikan, terutama jika dikelola langsung oleh pemerintah daerah.


Ia menegaskan, proses pengambilalihan harus dilakukan secara resmi agar status aset menjadi jelas. Bangunan yang berdiri di atas lahan milik Pemda itu sebelumnya diserahkan kepada pihak pengelola, dan kini direncanakan untuk dikembalikan.


“Kalau memang mau diserahkan ke Pemda, harus diacarakan secara resmi supaya jelas dan sah,” katanya.


Pemerintah daerah, lanjutnya, kini menunggu proses serah terima sebelum mulai melakukan pembenahan bersama Dinas Kesehatan. Fokusnya adalah menata ulang fasilitas agar siap difungsikan sebagai layanan kesehatan yang layak.


“Setelah itu, baru kita rencanakan apa yang harus dibenahi. Kita siapkan betul-betul agar segera bisa difungsikan,” ujar Warisin.


×
Berita Terbaru Update