-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pernikahan Anak di NTB Masuk Tiga Besar Nasional, Ini Pesan Istri Gubernur

Selasa, 19 Mei 2026 | 16.52 WIB Last Updated 2026-05-19T08:52:05Z
Sosialisasi Germas di Ponpes Darul Mubarok NW Yusnuhu Pringgabaya, Desa Pringgabaya Utara, Lombok Timur. Foto/ istimewa


 

Lokalnews.id — Ketua TP PKK Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Sinta Agathia Iqbal, menyebut NTB masih rentan terhadap berbagai persoalan kesehatan dan sosial. Salah satu yang menjadi perhatian serius adalah tingginya angka pernikahan anak di daerah tersebut yang menempati peringkat ketiga tertinggi secara nasional.


“Pernikahan anak di NTB tinggi, nomor tiga secara nasional. Di atasnya Papua,” ujar Sinta saat menghadiri Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Ponpes Darul Mubarok NW Yusnuhu Pringgabaya, Desa Pringgabaya Utara, Lombok Timur, Selasa (19/5).


Istri Gubernur NTB itu menilai persoalan pernikahan dini merupakan masalah serius yang harus dicegah sejak dini. Salah satu upaya yang dinilai penting adalah melalui kampanye Germas yang menyasar sekolah-sekolah dan kalangan remaja.


Menurut Sinta, pernikahan di usia dini rentan memicu perceraian karena pasangan belum siap secara mental maupun emosional.


“Jangan buru-buru menikah hanya karena takut dibilang tidak laku,” kata Sinta di hadapan para siswa dan siswi Ponpes Darul Mubarok.


Ia menegaskan, usia ideal untuk menikah adalah 21 tahun ke atas karena secara fisiologis maupun mental dinilai lebih siap menjalani kehidupan rumah tangga.


“Bagi laki-laki, jangan sampai membawa anak orang menjadi lebih susah dari sebelumnya,” ujarnya.


Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi NTB itu juga meminta para siswa agar turut menyosialisasikan bahaya pernikahan dini kepada teman sebaya dan lingkungan sekitar mereka.


“Tolong sampaikan kepada teman dan tetangga. Dari kalian akan lahir generasi-generasi masa depan,” pesan Sinta.


Sementara itu, Ketua TP PKK Lombok Timur, Hj. Nurhidayah Haerul Warisin, mengajak para siswa menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyampaikan enam poin penting yang perlu diperhatikan.


Nurhidayah mengimbau para siswa untuk menjaga kebersihan tempat tidur, rutin berolahraga, mengonsumsi sayur dan buah, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, tidak merokok maupun mengonsumsi alkohol, serta menjaga kebersihan lingkungan.


“Kesehatan ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.


×
Berita Terbaru Update