![]() |
| Pembukaan Festival Muharram 1448 Hijriah di GOR Lalu Muslihin. Foto : istimewa |
Selong, Lombok Timur – Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, membuka Festival Muharram 1448 Hijriah di GOR Lalu Muslihin, Selasa (16/6). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya menjadikan setiap kegiatan pemerintah sebagai ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menyampaikan pesan Bupati Lombok Timur, Edwin meminta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia juga menekankan agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memberi perhatian lebih besar terhadap pengembangan UMKM sebagai salah satu pilar penguatan ekonomi daerah.
Menurut Edwin, perekonomian Lombok Timur menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi daerah yang berada di kisaran 4 persen pada akhir 2025 meningkat menjadi sekitar 7 persen pada triwulan pertama 2026. Kendati demikian, peningkatan tersebut dinilai belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat.
“Masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama terkait kesejahteraan masyarakat pada kelompok desil bawah. Karena itu, penguatan ekonomi rakyat menjadi fokus pemerintah daerah pada 2027,” ujarnya.
Ia menilai festival dan berbagai kegiatan berbasis masyarakat perlu terus dikembangkan di seluruh kecamatan karena mampu menciptakan perputaran ekonomi sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha lokal.
Selain aspek ekonomi, Edwin menyebut peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi bagian dari implementasi visi Lombok Timur SMART, khususnya dalam memperkuat nilai-nilai religius di tengah masyarakat. Ia juga mengapresiasi para pelaku seni dan budaya yang terlibat dalam festival karena dinilai berkontribusi terhadap tumbuhnya ekonomi kreatif daerah.
Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Setda Lombok Timur, Husnul Basri, selaku ketua panitia menjelaskan tema yang diusung tahun ini adalah “Menebar Semangat Hijrah Mewujudkan Lombok Timur SMART.” Tema tersebut merefleksikan makna hijrah sebagai upaya bergerak menuju kondisi yang lebih baik, lebih maju, dan lebih sejahtera.
Husnul menjelaskan rangkaian kegiatan Muharram telah diawali dengan pawai ta’aruf yang melibatkan ribuan peserta dari unsur OPD, pelajar, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat umum. Selain itu, digelar pula pawai 1.448 dulang sebagai simbol Tahun Hijriah 1448.
Festival Muharram juga menjadi wadah promosi dan pemberdayaan UMKM. Dari sekitar 150 pelaku usaha yang berminat berpartisipasi, panitia menyediakan 37 stan di area festival. Selebihnya tetap ikut meramaikan kegiatan secara mandiri di sekitar lokasi acara.
Selama festival berlangsung, masyarakat juga dapat mengakses berbagai layanan publik melalui stan OPD, seperti perpustakaan keliling dan pojok baca, penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA), serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Berbagai pertunjukan seni dan budaya turut memeriahkan festival, mulai dari hadrah, wayang kulit, cilokaq, penampilan band lokal, hingga pertunjukan seni pelajar SMA se-Lombok Timur.
Adapun puncak peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah akan digelar pada 21 Juni mendatang dengan menghadirkan sejumlah musisi nasional, seperti Band GIGI, Bams, John Paul Ivan, dan Bapack Guru.
