-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sayembara Desain Gedung Serbaguna Lotim Masuki Tahap Akhir, Lima Finalis Presentasikan Karya

Kamis, 11 Juni 2026 | 06.17 WIB Last Updated 2026-06-10T22:17:11Z
Lima Finalis Presentasikan Karya. Foto/istimewa 


Selong, Lombok Timur – Sayembara Desain Gedung Serbaguna Kabupaten Lombok Timur 2026, memasuki tahap akhir. Sebanyak lima finalis terbaik, mempresentasikan rancangan mereka di hadapan dewan juri dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati, Rabu (10/6).


Kegiatan tersebut dibuka Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, didampingi Sekretaris Daerah H.M Juaini Taofik. Dalam kesempatan itu, bupati mengapresiasi seluruh peserta, arsitek, dan dewan juri yang terlibat dalam proses sayembara.


Haerul menjelaskan, kebutuhan pembangunan gedung serbaguna baru muncul karena fasilitas yang ada saat ini, yakni Gedung Wanita, telah berusia sekitar 30 tahun dan belum pernah mendapat rehabilitasi maupun pengembangan signifikan. 


Sementara itu, kebutuhan masyarakat terhadap ruang publik representatif terus meningkat seiring berkembangnya aktivitas sosial, budaya, dan ekonomi.


Karena itu, Pemkab Lombok Timur merencanakan pembangunan gedung serbaguna yang tidak hanya berfungsi sebagai ruang kegiatan masyarakat, tetapi juga menjadi bangunan yang merepresentasikan identitas budaya daerah.


“Desain yang terpilih nantinya diharapkan dapat menjadi ikon baru Lombok Timur sekaligus mencerminkan jati diri daerah,” kata Haerul.


Ia menambahkan, pembangunan di Lombok Timur saat ini tidak hanya berfokus di kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau wilayah pedesaan yang memiliki potensi besar di sektor pariwisata. 


Karena itu, pembangunan infrastruktur dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan di seluruh wilayah kabupaten.


Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Nusa Tenggara Barat, Lalu Agus Supriadi, menyebut sayembara tersebut mendapat respons tinggi dari kalangan arsitek. Tercatat sebanyak 320 peserta mendaftar dan 117 di antaranya mengirimkan karya dari 15 provinsi di Indonesia.


Menurut Agus, jumlah tersebut menjadikan sayembara desain Gedung Serbaguna Lombok Timur sebagai salah satu kompetisi arsitektur berskala nasional dengan partisipasi besar.


“Hasil sayembara ini diharapkan mampu melahirkan karya yang menjadi ikon baru Lombok Timur sekaligus memberi dampak positif terhadap sektor ekonomi dan pariwisata,” ujarnya.


Berdasarkan studi perencanaan, gedung serbaguna yang akan dibangun diproyeksikan mampu menampung sekitar 2.000 orang. Kawasan tersebut juga dirancang dilengkapi ruang terbuka hijau (RTH) dan berbagai fasilitas pendukung lainnya.


Sementara itu, pemrakarsa kegiatan, Ahmad Dewanto Hadi, mengatakan proses sayembara telah melalui sejumlah tahapan, mulai dari penyusunan studi kelayakan hingga penilaian desain.


Ia menjelaskan, dewan juri akan menentukan peringkat tiga besar dari lima finalis yang tampil. Selanjutnya, Bupati Lombok Timur sebagai juri agung akan memilih rancangan terbaik yang akan menjadi dasar pembangunan gedung serbaguna tersebut.


“Setelah pemenang ditetapkan, rancangan terpilih akan dilanjutkan ke tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED),” kata Ahmad.


Pemkab Lombok Timur menargetkan peletakan batu pertama pembangunan atau groundbreaking dapat dilakukan pada akhir Oktober atau awal November 2026. 


Setelah proses sayembara selesai, pemerintah akan melanjutkan tahapan lelang konsultan perencana untuk menyusun dokumen teknis pembangunan secara rinci.


Gedung serbaguna tersebut direncanakan menjadi fasilitas pertemuan, konvensi, dan pameran berskala besar atau Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE). Selain melayani kebutuhan masyarakat, fasilitas itu juga diharapkan menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).


Lima finalis yang lolos ke tahap presentasi berasal dari berbagai daerah di Indonesia, yakni Jakarta, Jakarta Timur, Palembang, Jawa Tengah, dan Surabaya. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berharap hasil sayembara tersebut mampu menghadirkan bangunan ikonik yang menjadi simbol kemajuan daerah sekaligus memperkuat identitas budaya lokal.

×
Berita Terbaru Update