![]() |
| LP2M IAIH Pancor menggelar diskusi akademik, Kamis (29/10). Foto:istimewa |
LOMBOK TIMUR, LokalNews.id – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor, Lombok Timur, menggelar diskusi akademik untuk memperkuat pemahaman Islam washathiyyah atau Islam moderat di lingkungan perguruan tinggi.
Diskusi bertema "Penguatan Turast Washathiyyatul Islam di Kampus IAIH Hamzanwadi Pancor: Mengokohkan Tradisi dan Perkuat Khazanah Keilmuan di Perguruan Tinggi Islam" itu berlangsung di lantai III kampus IAIH Hamzanwadi Pancor.
Kegiatan tersebut dibuka Wakil Rektor I IAIH Hamzanwadi, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom, dan dihadiri sejumlah pejabat serta dosen di lingkungan kampus.
Ketua LP2M IAIH Hamzanwadi, Dr. H. Abdul Hadi, mengatakan lemahnya penguasaan turast atau khazanah keilmuan Islam washathiyyah menjadi salah satu persoalan mendasar yang dihadapi dunia akademik saat ini.
Menurutnya, pemahaman terhadap tradisi keilmuan Islam moderat mulai mengalami kemunduran. Kondisi itu dinilai berdampak pada melemahnya nilai-nilai spiritualitas serta berkurangnya semangat menjaga dan merawat warisan keilmuan Islam.
"Masalah yang sangat fundamental dewasa ini yang dihadapi dunia akademik termasuk kampus IAI Hamzanwadi adalah lemahnya penguasaan turast-turast Islam washathiyyah," kata Abdul Hadi dalam pemaparannya.
Dia menilai perguruan tinggi Islam memiliki tanggung jawab strategis untuk menjaga keberlangsungan tradisi dan khazanah keilmuan tersebut. Kampus bahkan menjadi salah satu benteng terakhir dalam mempertahankan nilai-nilai Islam washathiyyah.
Karena itu, Abdul Hadi mendorong adanya revitalisasi ajaran dan pemahaman Islam moderat melalui penguatan kembali tradisi keilmuan di lingkungan kampus, khususnya IAIH Hamzanwadi Pancor.
Dia juga menyoroti berbagai persoalan kehidupan akademik yang dinilai menunjukkan melemahnya semangat intelektual dalam merespons tantangan perkembangan zaman, terutama memasuki era Society 5.0.
Melalui diskusi tersebut, LP2M IAIH Hamzanwadi berharap tradisi pengkajian turast Islam semakin kuat dan menjadi bagian penting dari pengembangan khazanah keilmuan di lingkungan perguruan tinggi Islam.
Diskusi ini juga diharapkan menjadi langkah awal membangun kembali semangat spiritualitas, intelektualitas, dan penguatan nilai-nilai Islam washathiyyah di kalangan sivitas akademika. (LN)
