![]() |
AI membuka peluang besar dalam penguatan literasi digital, analisis data, penyusunan strategi advokasi, hingga pengelolaan media kampanye yang lebih efektif. Dengan memanfaatkan berbagai platform berbasis AI, aktivis mahasiswa dapat melakukan riset kebijakan secara cepat, memetakan isu-isu strategis, serta menyusun narasi gerakan yang lebih terstruktur dan berbasis data.
Di lingkungan kampus seperti Institut Teknologi & Kesehatan Aspirasi (ITKA), transformasi digital telah mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru yang melibatkan mahasiswa sebagai agen perubahan. Aktivis mahasiswa dituntut tidak hanya kritis terhadap kebijakan publik, tetapi juga cakap dalam memanfaatkan teknologi sebagai alat perjuangan intelektual.
Transformasi AI juga mengajarkan pentingnya pola pikir adaptif (growth mindset). Aktivis mahasiswa perlu membangun kemampuan analisis, kreativitas, serta etika digital agar penggunaan AI tetap berada dalam koridor akademik dan moral. AI bukan untuk menggantikan peran manusia, melainkan untuk memperkuat kapasitas berpikir, mempercepat proses kerja, dan memperluas dampak gerakan sosial.
Ke depan, gerakan mahasiswa yang mampu mengintegrasikan kecerdasan intelektual dengan kecanggihan teknologi akan menjadi motor perubahan yang lebih kuat dan berpengaruh. Transformasi AI di era digital adalah peluang emas bagi aktivis mahasiswa untuk meningkatkan kualitas gerakan, memperluas jejaring, serta menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
Penulis Muhip Abdul Majid, M. TV
(Dosen Teknologi Informasi ITKA)


