-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gas Langka, Bupati Lotim Ungkap Dugaan Oknum Pangkalan

Rabu, 15 April 2026 | 06.46 WIB Last Updated 2026-04-14T22:46:42Z
Pertemuan Bupati beserta jajaran dengan Gerakan Elemen Masyarakat Peduli Rakyat (GEMPUR). Foto : istimewa 



Lokalnews.id — Bupati Lombok Timur (Lotim) , H. Haerul Warisin, melontarkan peringatan keras terhadap dugaan praktik curang dalam distribusi LPG 3 kilogram. Ia menyoroti adanya oknum pangkalan yang diduga memanfaatkan situasi kelangkaan untuk meraup keuntungan lebih.


Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan Gerakan Elemen Masyarakat Peduli Rakyat (GEMPUR) di Ruang Rapat Bupati, Senin (13/4).


Menurut Warisin, agen resmi tidak memiliki ruang untuk menaikkan harga karena margin keuntungan sudah ditetapkan sejak distribusi dari Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE). Karena itu, ia menduga permainan harga terjadi di tingkat pangkalan.


“Kalau agen ini dia sudah punya profit dan tidak boleh menaikkan harga 1 rupiah pun. Tapi pangkalan ini mungkin menggunakan kesempatan dalam kesempitan,” kata Warisin.


Ia bahkan meminta lembaga pengawas untuk bertindak tegas. “Kalau menemukan, geret mereka,” ujarnya.


Warisin juga menjamin perlindungan bagi pihak atau lembaga yang berani melaporkan kecurangan di lapangan. Ia menilai praktik mempermainkan distribusi gas sebagai tindakan serius yang tak bisa ditoleransi.


Di sisi lain, ia mengklaim pasokan LPG sebenarnya dalam kondisi aman. Berdasarkan laporan dari penyedia, distribusi bahkan ditambah secara bertahap, mulai dari 27 ribu tabung, disusul 17 ribu, hingga 10 ribu tabung pada hari berikutnya.


Meski begitu, Warisin menegaskan akan terus mendesak Pertamina agar memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi tanpa hambatan distribusi.


Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, menambahkan bahwa persoalan utama bukan pada ketersediaan stok, melainkan pengawasan distribusi di tingkat bawah. Ia berharap komunikasi publik yang terbuka dapat meredam keresahan masyarakat.


“Stok LPG tidak terbatas sesuai kuota, hanya distribusi yang harus kita awasi bersama,” ujarnya.

×
Berita Terbaru Update