-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bupati Soroti Transparansi dan Piutang, PD Agro Selaparang Catat Laba Rp214 Juta pada 2025

Jumat, 22 Mei 2026 | 09.40 WIB Last Updated 2026-05-22T01:40:51Z
Bupati Lotim, H. Haerul Warisin, menghadiri rapat pertanggungjawaban PD Agro Selaparang tahun buku 2025. Foto/ istimewa 


Lokalnews.id — Bupati Lombok Timur, (Lotim) H. Haerul Warisin, menyoroti pentingnya transparansi dan penguatan tata kelola dalam pengelolaan Perusahaan Daerah (PD) Agro Selaparang saat menghadiri rapat laporan pertanggungjawaban keuangan Tahun Buku 2025, Rabu (20/5). Ia menilai perusahaan daerah harus mampu meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.


Dalam rapat tersebut, Warisin mengapresiasi adanya perbaikan kinerja dan sejumlah capaian positif yang dibukukan PD Agro Selaparang sepanjang 2025. Namun demikian, ia menekankan masih adanya persoalan piutang yang belum tertagih dan meminta perusahaan membentuk tim khusus untuk mempercepat proses penagihan.


“Transparansi harus dipraktikkan untuk menuju kebenaran. Semua pengelolaan harus terbuka agar tidak ada ruang untuk saling curiga,” kata Warisin.


Ia juga menilai pengelolaan aset perusahaan mulai menunjukkan arah yang lebih produktif. Salah satunya melalui perubahan pola pengelolaan kolam yang sebelumnya disewakan, tetapi kini dioperasikan langsung oleh perusahaan karena dinilai memberikan nilai ekonomi lebih tinggi.


Di sisi lain, Pemkab Lombok Timur mendukung rencana kerja sama kemitraan dengan perusahaan asal Surabaya melalui skema barter. Dalam pola tersebut, Lombok Timur memasok bahan baku jagung, sementara mitra menyediakan bibit ayam, pakan ternak, ikan, hingga obat-obatan.


Menurut Warisin, pola tersebut berpotensi memperkuat rantai pasok daerah karena bahan baku lokal dapat diolah menjadi produk yang lebih sesuai kebutuhan masyarakat.


Pada sektor air minum dalam kemasan (AMDK), Bupati meminta PD Agro Selaparang meningkatkan kapasitas produksi. Ia menilai permintaan pasar di Lombok Timur masih tinggi dan belum sepenuhnya terpenuhi oleh perusahaan daerah.


Selain AMDK, perusahaan juga didorong menangkap peluang usaha produksi es batu kristal yang dinilai memiliki prospek pasar besar, terutama untuk sektor kuliner dan usaha minuman.


Warisin turut meminta direksi menjaga capaian yang sudah diraih dengan menekan biaya operasional, lebih selektif memilih mitra usaha—terutama untuk rencana bisnis cangkang kemiri—serta memperkuat kapasitas produksi melalui penambahan mesin dan optimalisasi lahan. Pemerintah daerah, kata dia, siap mendukung melalui penyediaan fasilitas penunjang.


Sementara itu, Direktur Utama PD Agro Selaparang, Sabar, menyebut 2025 menjadi periode yang penuh tantangan sekaligus peluang. Meski menghadapi dinamika ekonomi dan perubahan pasar, operasional perusahaan disebut tetap berjalan.


Sepanjang tahun lalu, PD Agro Selaparang menjalankan sejumlah unit usaha, mulai dari distribusi pupuk subsidi, produksi es balok, garam beryodium, pemasaran air minum dalam kemasan, perdagangan komoditas pertanian berupa beras kemasan dan jagung pipilan, hingga budidaya perikanan air tawar.


Dari sisi keuangan, perusahaan mencatat pendapatan kotor sebesar Rp2,903 miliar dengan total beban operasional Rp2,639 miliar. Dari angka tersebut, perusahaan membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp214,4 juta atau tumbuh 34,58 persen dibandingkan tahun sebelumnya.


Total aset perusahaan hingga 31 Desember 2025 tercatat mencapai Rp14,26 miliar atau meningkat Rp2,44 miliar dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, perusahaan menyetor dividen kepada pemerintah daerah sebesar Rp117,9 juta.


Sabar menyebut sejumlah capaian yang diklaim mendukung pertumbuhan perusahaan antara lain peningkatan volume produksi dan penjualan, penguatan administrasi dan pelaporan, serta kontribusi terhadap PAD dan aktivitas ekonomi masyarakat.


Perusahaan juga melakukan sejumlah pembenahan internal, di antaranya perbaikan kendaraan operasional, renovasi gudang garam, pemasangan CCTV, digitalisasi pembukuan dan dokumen, hingga penyelesaian tunggakan pajak 2019–2021 sebesar Rp600 juta dan tunggakan BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp108,8 juta.


Ketua Dewan Pengawas PD Agro Selaparang, Wimuhcianto, menilai direksi telah berupaya menjaga operasional perusahaan di tengah tantangan usaha. Meski demikian, dewan pengawas tetap memberi sejumlah catatan, terutama terkait efisiensi operasional, penguatan manajemen risiko, peningkatan kualitas SDM, dan pengembangan unit usaha yang lebih kompetitif.


Ia berharap perusahaan daerah tersebut dapat terus memperkuat profesionalisme, menjaga keberlanjutan usaha, dan meningkatkan kontribusi terhadap PAD melalui tata kelola yang sehat dan terbuka.

×
Berita Terbaru Update