![]() |
| Proses inspeksi pada kasus TBC untuk menegakkan diagnosis TBC secara pasti. Foto : lokalnews.id |
Aikmel, LokalNews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Lombok Timur meluncurkan program Tracing TBC Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Rabu (15/7). Program tersebut merupakan inisiatif Kementerian Kesehatan yang dijalankan melalui Dinas Kesehatan Provinsi hingga kabupaten/kota.
Kepala Dinas Kesehatan Lotim, Lalu Aries Fahrozi, mengatakan program tersebut bertujuan menjaring warga yang berisiko tinggi tertular TBC melalui pemeriksaan kesehatan secara terpadu.
"Program ini melakukan tracing bagi masyarakat yang berisiko tinggi tertular TBC dengan pemeriksaan radiologi atau rontgen. Dari hasil itu akan dibaca, kemudian jika berisiko akan dilanjutkan dengan pemeriksaan berikutnya hingga dipastikan statusnya," kata Aries.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan seseorang positif TBC, Dinkes akan melanjutkan penanganan hingga proses pengobatan selesai.
"Kalau sudah positif, kita lakukan pengobatan sampai tuntas. Pengobatan berlangsung selama enam bulan. Jika minum obat secara teratur selama enam bulan, berdasarkan bukti ilmiah pasien bisa dinyatakan sembuh," ujarnya.
Aries menjelaskan, program tersebut akan dilaksanakan di 196 desa di Lotim mulai Juli hingga akhir 2026. Setiap desa ditargetkan memeriksa 100 warga berisiko, sehingga total sasaran mencapai 19.600 orang.
"Hari ini kita mulai pencanangan atau launching di Desa Aikmel. Selanjutnya kegiatan akan dilakukan sesuai desa yang telah ditentukan dalam program," jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan upaya penemuan kasus TBC tidak hanya bergantung pada program tersebut. Warga di luar kuota yang memiliki gejala atau berisiko tetap dapat menjalani pemeriksaan melalui layanan rutin di puskesmas.
"Di luar program ini, kami tetap menggunakan layanan reguler di puskesmas untuk melakukan tracing dan pemeriksaan TBC," pungkasnya.
