![]() |
| Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara IAIH Pancor Lombok Timur dan Yayasan Pembina Pendidikan (YPP) NWDI NTB di Gedung TGB Center Mataram. |
Mataram, LokalNews.id — Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor, Lombok Timur, bersama Yayasan Pembina Pendidikan (YPP) NWDI NTB, resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan pendidikan Islam di NTB.
Penandatanganan MoU berlangsung di Gedung TGB Center Mataram, Sabtu (15/8). Momentum tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas kolaborasi antara perguruan tinggi dengan jaringan madrasah dan pondok pesantren di lingkungan Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI).
IAIH Pancor dalam penandatanganan tersebut diwakili Wakil Rektor I, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom. Sementara YPP NWDI NTB diwakili Ketua Umum Prof. Dr. H. Muslihun, M.Ag.
Prosesi penandatanganan disaksikan langsung Ketua Umum PB NWDI TGB Dr. H. M. Zainul Majdi, MA, bersama jajaran Mustasyar PB NWDI, Dewan Pakar NWDI, Pengurus Wilayah NWDI NTB, serta sejumlah badan otonom (Banom) di bawah PB NWDI.
Kerja sama tersebut mencakup sejumlah bidang strategis, mulai dari peningkatan mutu pendidikan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga penguatan kapasitas madrasah dan pondok pesantren NWDI di seluruh NTB.
Melalui MoU tersebut, kedua pihak berkomitmen mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui berbagai program akademik dan pengembangan kompetensi.
Peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan kependidikan juga menjadi bagian dari kerja sama. Program yang disiapkan antara lain studi, pelatihan, seminar, lokakarya, bimbingan teknis, serta berbagai kegiatan pengembangan profesional lainnya.
Di bidang akademik, IAIH Pancor dan YPP NWDI NTB membuka ruang kolaborasi dalam pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), Kuliah Kerja Nyata (KKN), penelitian mahasiswa dan dosen, serta kegiatan akademik lain yang sesuai dengan kebutuhan madrasah dan pesantren.
Ruang lingkup kerja sama juga menyentuh pengembangan digitalisasi pendidikan, literasi, kewirausahaan, bahasa, dan keagamaan.
Langkah tersebut dinilai penting agar lembaga pendidikan Islam mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus menjawab tantangan pendidikan di era modern.
Kedua pihak juga dapat memanfaatkan sumber daya yang dimiliki secara bersama, seperti tenaga ahli, narasumber, fasilitas, sarana dan prasarana, jaringan kelembagaan, data, maupun informasi yang mendukung pelaksanaan program kerja sama.
Wakil Rektor I IAIH Pancor, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom, mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah penting dalam memperluas kontribusi perguruan tinggi terhadap penguatan pendidikan Islam di NTB.
"Kerja sama ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat kualitas pendidikan Islam di NTB sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi, madrasah, dan pesantren," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum YPP NWDI NTB, Prof. Dr. H. Muslihun, M.Ag., berharap MoU tersebut menjadi landasan lahirnya berbagai program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi lembaga pendidikan dan masyarakat.
"MoU ini menjadi fondasi bagi pengembangan sumber daya manusia, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada kemajuan umat dan bangsa," katanya.
Sekretaris YPP NWDI NTB, Drs. H. Sahnan, menyampaikan rasa syukur atas ditandatanganinya MoU antara IAIH Hamzanwadi Pancor Lombok Timur dan YPP NWDI NTB.
Menurutnya, kerja sama tersebut memiliki tujuan yang sangat strategis, terutama untuk memperkuat kelembagaan madrasah dan pondok pesantren NWDI di NTB, meningkatkan kualitas SDM, serta memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi.
"Rasa syukur yang mendalam dan kebahagiaan tak terhingga atas telah ditandatanganinya MoU antara pihak IAIH Hamzanwadi Pancor-Lombok Timur dengan pihak YPP NWDI NTB," ujar Sahnan.
Ia menegaskan, kerja sama tersebut harus dilaksanakan dengan memanfaatkan secara maksimal sumber daya yang dimiliki kedua belah pihak.
Sahnan mengakui implementasi kerja sama tidak akan mudah. Namun, menurutnya, langkah pertama harus dimulai dengan keyakinan bahwa kedua pihak mampu mewujudkan cita-cita yang telah dituangkan dalam dokumen MoU.
"Pelaksanaan kerja sama ini tentu tidak mudah, namun harus kita mulai dari langkah pertama, dengan keyakinan bahwa kedua belah pihak akan mampu mewujudkan cita-cita mulia yang tertuang dalam dokumen MoU ini," katanya.
Ia menambahkan, semangat yang harus dibangun dalam pelaksanaan kerja sama tersebut adalah berkolaborasi memajukan peradaban untuk kemaslahatan bersama.
Kehadiran TGB Dr. H. M. Zainul Majdi sebagai saksi penandatanganan menjadi bagian penting dari momentum penguatan sinergi kelembagaan di lingkungan NWDI.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan jaringan pendidikan NWDI diharapkan tidak berhenti pada seremoni penandatanganan MoU, tetapi segera diterjemahkan dalam berbagai program yang konkret dan berkelanjutan.
Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pendidikan Islam di NTB yang tetap berakar pada tradisi keilmuan dan pesantren, namun terbuka terhadap inovasi, digitalisasi, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pada akhirnya, sinergi IAIH Pancor dan YPP NWDI NTB diharapkan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan Islam sekaligus memperkuat peran NWDI dalam menyiapkan generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan memiliki daya saing global.
