-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

IAIH Pancor Gelar Ngaji Akademik: Teladani Spirit Maulana Sheikh dalam Profesi Dosen

Kamis, 13 Agustus 2026 | 06.35 WIB Last Updated 2026-08-12T22:35:31Z
Penandatanganan MoU antara IAIH Pancor dan UIN KHAS Jember. Foto: istimewa 


LOKALNEWS.ID – Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor, menyelenggarakan kegiatan Visiting Lecture sekaligus Ngaji Akademik sebagai upaya memperkuat tradisi keilmuan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) bagi civitas akademika kampus, di Ruang Pertemuan lantai III IAIH Pancor, Rabu (12/8).


Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus, dosen, serta mahasiswa, dan diakhiri dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) kerja sama antar-perguruan tinggi.


Wakil Rektor I IAIH Pancor, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom, menegaskan bahwa bagi seluruh civitas akademika IAIH Pancor, peningkatan kualitas dan aktualisasi profesi dosen sesungguhnya telah memiliki pijakan keteladanan (uswah) yang kuat dalam sejarah pendirian organisasi Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI).


"Untuk menjadi dosen yang berdedikasi, kita sebenarnya cukup melihat figur Pendiri NWDI, Bapak Maulana Sheikh Tuan Guru K.H. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Beliau adalah ulama terkemuka, seorang mursyid, sekaligus pejuang kemanusiaan dan pahlawan nasional," ujar Abdul Hayyi.


Ia menambahkan, nilai-nilai perjuangan dan rekam jejak keilmuan yang ditinggalkan oleh Maulana Sheikh, sosok pahlawan nasional asal Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut—sangat komprehensif untuk diteladani dan diimplementasikan dalam menjalankan tugas-tugas akademis sehari-hari.


"Membawa nama besar Hamzanwadi berarti mengemban reputasi seorang ulama dan ilmuwan besar yang diakui secara nasional maupun internasional. Menghidupkan tradisi belajar dan memaksimalkan profesi dosen kapan pun serta di mana pun adalah bentuk nyata dari melanjutkan perjuangan Maulana Sheikh," tambahnya.


Hadir sebagai narasumber pertama, Guru Besar Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Prof. Dr. M. Khusnur Ridlo, Mantan Rektor IAIN Jember periode 2020–2024 yang juga menjabat sebagai Dewan Pakar Perhimpunan Manajer Pendidikan Islam (Permapendis) Indonesia sekaligus pendiri Lembaga Sertifikasi Profesi Manajemen Pendidikan Islam ini, menekankan pentingnya pengembangan diri secara berkelanjutan bagi para pendidik tinggi.


Menurut Prof. Khusnur Ridlo, dosen dituntut untuk terus memperbarui (update) kapasitas diri, baik dalam literasi akademik maupun dalam syiar keilmuan.


"Dengan meneladani sosok Hamzanwadi, sebenarnya sangat mudah bagi dosen IAIH Pancor untuk melakukan transformasi dan revitalisasi nilai-nilai yang ditinggalkan Maulana Sheikh. Ketika dosen giat belajar dan meningkatkan kapasitasnya, proses pendidikan maupun penelitian akan berjalan lebih optimal," terangnya.


Sementara itu, Direktur Pascasarjana IAIH Pancor, Prof. Dr. M. Taufik, selaku pemateri kedua, meninjau peran akademisi dari sudut pandang spiritualitas dan dedikasi. Ia memaparkan bahwa, seluruh aktivitas profesi di dunia pada dasarnya merupakan bagian dari pengabdian dan ibadah kepada Tuhan.



"Profesi dosen adalah bagian dari ibadah yang sangat mulia karena bertugas membagikan ilmu yang bermanfaat bagi sesama. Jika seorang dosen memandang profesinya sebagai wujud ibadah, ia akan menjalankan tugas pengajaran dan penelitian dengan penuh kesungguhan," tutur Prof. Taufik.


Penguatan Kerja Sama Lembaga

Kegiatan Ngaji Akademik ini, sejalan dengan arahan Rektor IAIH Pancor agar seluruh civitas akademika terus mengasah kompetensi. Diharapkan, peningkatan kapasitas secara konsisten ini dapat membuka ruang kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat dan dunia pendidikan Islam.


Rangkaian acara ditutup secara resmi dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara IAIH Pancor dan UIN KHAS Jember. Kerja sama strategis ini mencakup penguatan Tridharma Perguruan Tinggi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta pengembangan mutu SDM di kedua belah pihak.


Kegiatan diakhiri dengan prosesi pertukaran cenderamata antar-pimpinan perguruan tinggi sebagai simbol komitmen kolaborasi keilmuan berkelanjutan.

×
Berita Terbaru Update