LOKALNEWS.ID — Guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan kesehatan dasar, Dinas Kesehatan (Dnikes) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menggelar Gerakan 'Aktifkan Posyandu'. Kegiatan yang dirangkaikan dengan aktivasi pembina posyandu ini dilaksanakan di Posyandu Geger Girang, Dusun Pungkasan, Desa Kembang Kerang, Kecamatan Aikmel Utara, pada Kamis (13/8).
Sekretaris Dinkes Lotim, Saiful Idris, menegaskan bahwa Posyandu merupakan wadah pelayanan milik desa yang paling dikenal masyarakat. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada kepala desa yang telah mengalokasikan waktu serta fasilitas demi mengaktifkan kembali program prioritas tersebut.
Menurut Saiful, layanan Posyandu saat ini telah bertransformasi secara signifikan menjadi pusat pelayanan kesehatan yang paripurna.
"Pelayanan Posyandu sekarang berbeda dengan yang dulu. Jika dulu fokusnya hanya pada bayi dan balita, kini seluruh siklus hidup terlayani—mulai dari Posyandu Remaja hingga Posyandu Lansia. Mari manfaatkan program ini karena Posyandu adalah tempat untuk memeriksa kesehatan secara menyeluruh," ujar Saiful Idris.
Selain penimbangan dan pemeriksaan balita, kegiatan ini diintegrasikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia yang dipandu langsung oleh tim medis dari Puskesmas setempat.
Dikes Lotim berharap Posyandu tidak lagi dipandang sebatas tempat menimbang berat badan anak atau sekadar pemenuhan administrasi semata. Posyandu harus berfungsi optimal sebagai garda terdepan dalam melakukan deteksi dini (early detection) terhadap potensi masalah kesehatan warga.
"Ini bukan semata-mata soal pemberian obat. Namun, ketika ditemukan kasus kesehatan di lapangan, kita bisa langsung menindaklanjutinya secara cepat.
Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa Posyandu adalah sarana utama deteksi dini," jelas Saiful.
Mengenai tingkat keaktifan Posyandu di Lotim, Saiful mengonfirmasi bahwa berdasarkan laporan harian, hampir seluruh Posyandu di wilayahnya telah beroperasi. Kendati demikian, tantangan terkait kesejahteraan kader serta keterbatasan sarana dan prasarana (sarpras) seperti beberapa Posyandu yang masih menumpang tempat. Hal ini menurutnya menjadi pekerjaan rumah bersama bagi pemerintah desa maupun kabupaten.
Pemerintah Kabupaten Lotim sendiri menargetkan tingkat partisipasi pemeriksaan kesehatan gratis dan keaktifan Posyandu dapat mencapai 60% pada tahun ini, meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
"Pemenuhan target ini memerlukan kolaborasi lintas sektor, mulai dari tingkat kecamatan, desa, para kader, hingga lembaga budaya masyarakat. Kebersamaan ini juga menjadi strategi utama kita dalam menekan dan mengentaskan angka stunting yang saat ini masih relatif tinggi," pungkas Saiful.
Sementara itu, Kepala Desa Kembang Kerang, Irawan Ansori, mengungkapkan rasa syukur dan mengapresiasi kehadiran jajaran Dinas Kesehatan, Tim Penggerak PKK, serta perwakilan Kecamatan di desanya.
"Syukur alhamdulillah atas kehadiran bapak-bapak dari Dinas Kesehatan, TP PKK, dan pihak kecamatan hari ini. Harapan kami, dengan suksesnya kegiatan ini, pelayanan kesehatan di desa semakin optimal," ujar Kades Irawan Ansori.
Ia tidak memungkiri bahwa tantangan utama saat ini adalah masih rendahnya kesadaran sebagian warga untuk datang ke Posyandu.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menyuntikkan semangat baru bagi kami, para kader, dan tentunya masyarakat sebagai sasaran utama Posyandu," ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa Posyandu memiliki peran historis yang sangat kuat di desa. "Posyandu sudah ada sejak lama dan terus berjalan seiring kehidupan masyarakat. Melalui Posyandu inilah pemerintah desa bisa berkoordinasi langsung dengan pihak Puskesmas untuk memantau kesehatan warga," tutupnya.
