LOMBOK TIMUR, LokalNews.id - Banyaknya protes warga terkait ketidaksesuaian data desil menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim), NTB. Pemkab berharap, mekanisme sanggahan melalui Perlinsos Digital dapat membantu memperbaiki data penerima bantuan sosial.
Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim H.M Juaini Taofik, mengatakan besarnya jumlah penduduk menjadi salah satu faktor risiko terjadinya kesalahan pencatatan data.
"Jumlah penduduk kita besar, jadi wajar ada risiko kesalahan pencatatan data yang juga besar," kata Juaini saat membuka Sosialisasi Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan pada Dinas Dukcapil Lotim, Selasa (15/9).
Juaini menyebut, pemerintah juga tengah memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam pengelolaan data. Dia menyampaikan akan ada perubahan data desil dalam jumlah besar.
"Insyaallah September atau minggu kedua Oktober, selaras dengan keterangan Menteri Sosial, informasi terbaru sekarang sudah menyentuh angka sepuluh koma sekian yang desil rendah," ujarnya.
Dia menilai uji coba Perlinsos Digital memberikan dampak positif, termasuk dalam mendorong penggunaan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Menurutnya, peningkatan aktivasi IKD akan mempermudah dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat. IKD dinilai dapat menjadi pintu masuk berbagai layanan publik.
"Ketika proporsi aktivasi IKD telah menyeluruh, maka akan lebih mudah memberikan pelayanan masyarakat. Ini tugas kita bersama hari ini. Andai persentase IKD tinggi akan mudah melayani warga kita, semakin mudah semakin cepat. Pintu masuk kita adalah IKD," tegasnya.
Juaini juga meminta aparatur pelayanan publik tidak mudah terpengaruh oleh kritik masyarakat di media sosial. Dia menyebut, Lotim memiliki tingkat kepekaan digital yang tinggi.
"Jangan khawatir. Karena itulah psikologis dan psikis antara kita yang melayani dan masyarakat yang dilayani. Jadi tidak usah baper, jangan cepat tersinggung. Niatkan sebagai ibadah agar kita kuat. Ini merupakan investasi pelayanan untuk semua layanan," pesannya.
Kepala Dinas Dukcapil Lotim, Parihin, mengatakan capaian IKD di daerah tersebut terus meningkat. Masyarakat mulai beralih dari penggunaan KTP fisik menuju identitas digital yang telah tervalidasi.
"Di awal koordinasi, persentase IKD pada Desember lalu tervalidasi sekitar 1,6 persen dan saat ini melonjak menjadi 12,22 persen. Artinya, lebih dari 120 ribu telah tervalidasi IKD," kata Parihin.
Dia mengatakan proses validasi masih terus dilakukan. Peningkatan jumlah warga yang memiliki IKD juga diharapkan memudahkan masyarakat mengakses layanan Perlinsos Digital.
Selain capaian IKD, Dukcapil Lotim juga meraih prestasi masuk 10 besar nasional dalam perekaman e-KTP. Dukcapil Lotim juga mewakili daerah tersebut dalam penilaian zona integritas pelayanan di tingkat nasional.
Kegiatan sosialisasi yang digelar di Ruang Rapat Utama (Rupatama) II Kantor Bupati Lotim, itu turut dihadiri perwakilan OPD terkait, BPJS Kesehatan, PT Pos Indonesia, RSUD, pemerintah desa, dan puskesmas.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan kolaborasi pelayanan administrasi kependudukan. Sebelum target aktivasi IKD tercapai secara menyeluruh, kolaborasi lintas instansi diharapkan dapat mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
Dalam kegiatan itu juga diserahkan sertifikat penghargaan kepada desa dan rumah sakit yang dinilai terbaik dalam pelayanan administrasi kependudukan tahun 2026.
Penghargaan diberikan kepada RSIA Permata Hati, Desa Batuyang, Desa Montong Baan, Desa Pohgading Timur, dan Desa Beriri Jarak. (LN)
