-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

IAI Hamzanwadi Pancor Dorong “Kampus Berdampak” Lewat Workshop Kurikulum Berbasis Cinta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21.42 WIB Last Updated 2026-10-03T13:42:15Z
Pendampingan Tim KBC IAI Hamzanwadi Pancor dalam proses pembelajaran di luar kelas. Foto: istimewa


LOMBOK TIMUR, LokalNews.id — Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi Pancor, terus memperkuat implementasi konsep “Kampus Berdampak” melalui program pengabdian kepada masyarakat. Salah satunya dengan menggelar Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Literasi bagi guru madrasah di Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur.


Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 28 September hingga 1 Oktober 2026, merupakan kerja sama IAI Hamzanwadi Pancor dengan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Pengawas Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur.


Sebanyak 12 Madrasah Ibtidaiyah (MI) di lingkungan KKG Kecamatan Montong Gading terlibat dalam kegiatan tersebut dengan total 48 guru sebagai peserta.


Program ini menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan tersebut merupakan respons terhadap kebutuhan madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru sekaligus mendorong proses pembelajaran yang lebih humanis dan bermakna.


Dengan pendekatan workshop andragogi, pembelajaran partisipatif, serta pendampingan, Tim KBC IAI Hamzanwadi Pancor mendorong peserta untuk memahami, mempraktikkan, dan menjiwai nilai-nilai cinta dalam proses pembelajaran, baik di dalam maupun di luar kelas.


Salah satu narasumber, Dewi Rohiani, M.Pd., menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta dapat menjadi hidden curriculum yang diintegrasikan ke dalam setiap mata pelajaran.


“KBC merupakan hidden curriculum yang bisa diinsersi pada setiap mata pelajaran yang ada, sehingga dapat mewujudkan hasil pembelajaran yang humanis dan bermakna,” ujarnya.


Menurutnya, KBC mengeksplorasi nilai-nilai cinta yang meliputi cinta Allah dan Rasul, cinta ilmu, cinta diri, cinta sesama, cinta lingkungan, serta cinta tanah air.


Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, merupakan penjabaran dari prinsip dasar ajaran Islam, yakni rahmatan lil ‘alamin, yang perlu menjadi kerangka dasar dalam proses pembelajaran di lembaga pendidikan Islam.


Ketua KKG MI Kecamatan Montong Gading, Muhajjirin, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada IAI Hamzanwadi Pancor, khususnya Tim KBC Fakultas Tarbiyah, yang telah berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait implementasi Kurikulum Berbasis Cinta.


Ia berharap hasil workshop dapat menjadi panduan bagi para guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membentuk karakter peserta didik yang berlandaskan nilai cinta dan kasih sayang sesuai dengan ajaran Islam.


Sementara itu, WR III IAI Hamzanwadi Pancor, Dr. Ahmad Muzayyin, menekankan pentingnya kemitraan antara perguruan tinggi dengan madrasah dan lembaga lainnya.


Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat peran IAI Hamzanwadi Pancor sebagai Kampus Berdampak, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah.


Dekan Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi Pancor, Dr. Idawati, M.Pd., yang menjadi penanggung jawab Tim KBC IAI Hamzanwadi Pancor, menyebut workshop tersebut sebagai langkah strategis untuk mengaktualisasikan kebijakan Kampus Berdampak.


Menurutnya, konsep tersebut menjadi jembatan (link and match) antara dunia perguruan tinggi dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan.


Workshop selama empat hari ini merupakan tahap kedua dari empat tahapan pelaksanaan KBC, yakni tahap persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut I, serta evaluasi dan tindak lanjut II.


Setelah workshop, Tim KBC IAI Hamzanwadi Pancor akan melaksanakan kegiatan lanjutan sesuai tahapan yang telah dirancang dalam program Kurikulum Berbasis Cinta. (LN)

×
Berita Terbaru Update