-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

BKPSDM Lotim Siapkan Penerapan SIMATA, Ekspos ke BKN 11 November

Jumat, 06 November 2026 | 08.41 WIB Last Updated 2026-11-06T00:41:42Z
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Lotim, Yulian Ugi Lusianto. Foto /istimewa 



LOMBOK TIMUR, LokalNews.id – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mulai mematangkan persiapan penerapan Sistem Informasi Manajemen Talenta ASN (SIMATA) yang diwajibkan berlaku efektif pada Januari 2027 di seluruh instansi pemerintah.


Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lotim, Yulian Ugi Lusianto, mengatakan pihaknya telah menerima undangan untuk memaparkan kesiapan penerapan SIMATA di hadapan Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada 11 November mendatang.


"Kami sudah mendapatkan undangan untuk expose di BKN. Rencananya hari Rabu pukul 11.00 sampai 12.00 WITA, untuk memaparkan kesiapan manajemen talenta yang akan diterapkan," kata Yulian, di ruang kerjanya, Kamis (5/11).


Menurutnya, persiapan yang dilakukan BKPSDM Lotim sudah berlangsung sejak 2025. Tahapan tersebut meliputi penyiapan data kepegawaian, kualifikasi pendidikan, capaian e-kinerja, hingga profiling ASN, khususnya pejabat struktural dan sejumlah pejabat fungsional.


BKPSDM juga telah melaksanakan profiling terhadap pejabat serta menggelar dua kali webinar untuk menyosialisasikan SIMATA kepada ASN di Lotin. Kegiatan tersebut bahkan diikuti ASN dari sejumlah daerah lain.


Selain itu, tim BKPSDM Lotim yang terdiri atas kepala bidang, sekretaris badan, dan tim teknis telah mengikuti praekspos di Kantor Regional X BKN Denpasar, Bali, sebagai bagian dari tahapan persiapan sebelum pemaparan di tingkat pusat.


Seperti Apa Cara Kerja SIMATA Ini? 

Yulian menjelaskan, SIMATA merupakan instrumen strategis untuk mengelola kareir ASN dalam penerapan sistem merit. Dalam sistem tersebut terdapat 11 indikator yang mencakup aspek kinerja dan potensi pegawai.


Setiap ASN diwajibkan melengkapi data dukung sebagai bukti capaian dan rekam jejak profesional. Di antaranya kualifikasi pendidikan, pengalaman jabatan, pengalaman sebagai pelaksana tugas (Plt) atau pelaksana harian (Plh), sertifikat kompetensi, hingga penghargaan yang pernah diperoleh.


Seluruh indikator tersebut kemudian diakumulasikan menjadi job person match, yakni nilai yang menggambarkan kesesuaian kompetensi dan potensi ASN dengan jabatan yang menjadi target.


"Nilai tersebut nantinya menjadi dasar pemeringkatan ASN untuk mengisi job target, yaitu jabatan yang saat ini kosong maupun jabatan yang diprediksi akan kosong dalam waktu tertentu, misalnya karena pejabatnya memasuki masa pensiun atau mengundurkan diri," jelasnya.


Dari sisi kelengkapan data, Yulian menyebutkan, seluruh pejabat pimpinan tinggi (JPT) yang masih aktif telah melakukan pemutakhiran data dukung.


Dari total 41 formasi JPT, sebanyak lima jabatan saat ini masih kosong sehingga terdapat 36 pejabat yang menduduki jabatan tersebut. Seluruhnya telah mengisi data dukung SIMATA.


Sementara itu, pada jabatan administrator tercatat 217 ASN telah memperbarui data. Adapun pada kelompok jabatan fungsional ahli madya, sebanyak 1.664 ASN juga telah melakukan pemutakhiran data.


Menurut Yulian, capaian tersebut menunjukkan sebagian besar ASN Lotim telah memahami dan menjalankan tahapan yang disosialisasikan BKPSDM. Meski demikian, pihaknya mengakui pemenuhan data dukung belum sepenuhnya tuntas.


"Kami menilai persiapan ASN kita saat ini sudah termasuk siap. Namun, belum 100 persen. Karena itu, kami terus mengajak ASN untuk melengkapi data dukung masing-masing," ujarnya.


Dia menambahkan, kelengkapan dokumen menjadi hal penting karena setiap pengalaman dan capaian ASN harus dapat dibuktikan secara administratif, seperti surat keputusan (SK) jabatan maupun sertifikat pendidikan dan pelatihan.


Selain pemutakhiran data, profiling menjadi salah satu tahapan penting dalam pemetaan potensi dan kompetensi ASN. Pada 2025, Lotim memperoleh kuota profiling sebanyak 680 ASN. Kemudian pada 2026, kuota tersebut bertambah menjadi 940 ASN.


Dengan demikian, total kuota profiling yang telah diperoleh mencapai 1.620 ASN. Jumlah tersebut masih perlu ditingkatkan untuk menjangkau seluruh ASN yang menjadi sasaran pemetaan, dengan perkiraan target sekitar 5.000 orang setelah memperhitungkan kelompok ASN yang tidak termasuk sasaran.


Yulian berharap pemetaan tersebut dapat dituntaskan secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya sehingga penerapan manajemen talenta di Lombok Timur berjalan optimal.


Dalam mekanisme SIMATA, hasil pemetaan ASN juga dikelompokkan ke dalam sembilan kotak atau nine box talent management. Pengelompokan ini merupakan hasil agregasi penilaian kinerja dan potensi pegawai, mulai dari kategori di bawah ekspektasi hingga di atas ekspektasi. (LN)

×
Berita Terbaru Update