![]() |
| Jenazah yang diduga balita hanyut asal Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (27/2/2026). (Foto: Dok. SAR Lombok Timur) |
Berdasarkan keterangan aparat berwenang, ciri-ciri jenazah yang ditemukan memiliki kesesuaian dengan laporan anak yang hanyut sebelumnya. Dugaan tersebut diperkuat oleh pakaian yang dikenakan korban serta perkiraan waktu kejadian yang dinilai sejalan dengan kondisi arus air dan cuaca di wilayah perairan NTB dalam beberapa hari terakhir.
Peristiwa nahas itu bermula ketika korban diduga bermain di sekitar lingkungan permukiman saat hujan turun. Arus air yang tiba-tiba membesar diduga menyeret korban hingga menghilang. Sejak laporan diterima, tim gabungan bersama warga melakukan pencarian di sepanjang aliran air, mulai dari drainase permukiman hingga ke wilayah perairan terbuka.
Pihak kepolisian menyatakan proses identifikasi resmi masih terus dilakukan. Aparat juga menunggu kehadiran keluarga korban untuk memastikan identitas jenazah secara langsung. Seluruh tahapan penanganan, termasuk evakuasi dan identifikasi, disebut telah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya pengawasan terhadap anak, terutama saat musim hujan dan cuaca ekstrem. Saluran air, selokan, maupun aliran drainase yang tampak kecil dapat berubah menjadi berbahaya ketika debit air meningkat secara tiba-tiba.

