-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bupati Lotim Dorong Perawat Naik Kelas, Layanan Kesehatan Tak Perlu Lagi Rujukan Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 14.41 WIB Last Updated 2026-05-01T06:41:04Z
Bupati Lotim, H. Haerul Warisin saat menghadiri acara Rakerda PPNI Lotim 2026. Foto : istimewa 



Lokalnews.id — Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan kesehatan berkualitas yang bisa diakses tanpa harus merujuk pasien ke luar daerah. Hal ini ia sampaikan saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Lotim 2026, Kamis (30/4).


Dalam forum yang dirangkai dengan HUT ke-52 PPNI dan Halal Bihalal itu, Warisin menyebut perawat sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan yang kini memasuki fase matang sebagai profesi.


“Usia 52 tahun ini adalah usia profesional, usia yang sangat luar biasa bagi perawat,” ujarnya.


Ia menekankan, kehadiran tenaga perawat yang kompeten harus sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam membenahi sistem layanan kesehatan, mulai dari peningkatan fasilitas hingga penguatan sumber daya manusia (SDM).


Menurut Warisin, Pemkab Lotim tengah berupaya memastikan rumah sakit daerah mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.


“Ke depan, masyarakat tidak perlu lagi dirujuk jauh. Cukup datang ke rumah sakit kabupaten, semua layanan sudah tersedia,” kata dia.


Tak hanya soal infrastruktur, Bupati juga menyoroti pentingnya pendekatan humanis dalam pelayanan. Ia menilai sikap sederhana seperti senyum dari perawat dapat menjadi bagian dari proses penyembuhan pasien.


Ia bahkan mengutip nilai kemanusiaan dalam QS Al-Maidah ayat 32, yang menegaskan bahwa menyelamatkan satu nyawa setara dengan menyelamatkan seluruh manusia.


“Ini menunjukkan betapa mulianya profesi perawat,” ujarnya.


Di akhir arahannya, Warisin mengajak para perawat untuk terus menjaga semangat pengabdian dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama.


Sementara itu, Ketua DPD PPNI Lombok Timur, Lalu Aries Fahrozi, melaporkan jumlah anggota PPNI di daerah itu telah mencapai lebih dari 3.000 orang. 


Ia menyebut, Rakerda kali ini difokuskan pada tiga hal utama yaitu peningkatan kompetensi, kesejahteraan anggota, dan pengabdian kepada masyarakat.


Aries juga mengakui masih terdapat keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan. Namun, ia memastikan PPNI terus melakukan pembenahan.


“Kami akan terus memperbaiki kualitas layanan agar lebih baik ke depan,” ujarnya.


Ketua DPW PPNI NTB, H. Muhir, turut mengapresiasi komitmen pemerintah daerah. Ia menilai program PPNI di daerah telah selaras dengan kebijakan pemerintah dari pusat hingga tingkat desa.


“Program ini terintegrasi dari pusat sampai ke dusun. Kami siap mendukung penuh program pemerintah daerah,” kata Muhir.


Rakerda ini diharapkan melahirkan rumusan strategis yang sejalan dengan visi pembangunan daerah, khususnya dalam memperkuat sektor kesehatan berbasis pelayanan yang profesional dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

×
Berita Terbaru Update