![]() |
| Sambutan Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal di tengah ribuan jamaah Majelis Dzikir Al Husnul Mani'NW Pancor Manis. Foto/lokalnews.id |
Lokalnews.id — Ribuan jamaah memadati Ponpes Daarunniyah Assa’idah, Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Minggu (29/3), dalam perayaan Hultah ke-26 Majelis Dzikir Al Hisnul Mani' NW Pancor Manis. Antusiasme massa yang membludak menandai pesatnya perkembangan majelis yang telah berdiri lebih dari dua dekade itu.
Di tengah suasana khidmat, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, hadir dan menyerahkan langsung bantuan Sabilillah bersama jajaran Baznas NTB. Bantuan ini disebut sebagai bentuk dukungan konkret pemerintah terhadap gerakan keagamaan berbasis masyarakat.
Iqbal menilai Majelis Dzikir Al Hisnul Mani’ bukan sekadar ruang ibadah, melainkan telah menjelma menjadi kekuatan sosial yang berdampak luas. “Di usia ke-26 ini, perkembangan majelis sangat signifikan, baik dari jumlah jamaah maupun kontribusinya bagi masyarakat,” ujarnya.
Namun, di balik perayaan tersebut, Iqbal juga menyinggung persoalan mendasar yang masih membayangi NTB: kemiskinan. Ia menegaskan, pemerintah provinsi kini mengubah pendekatan dengan turun langsung ke desa-desa.
“Fokus kami jelas, menyentuh desa dan memastikan kemiskinan bisa ditekan. Ini bukan sekadar program, tapi ikhtiar menjaga kesejahteraan dan aqidah umat,” kata Iqbal.
Rangkaian Hultah tak hanya diisi zikir dan doa. Sejumlah kegiatan sosial turut digelar, mulai dari donor darah, sunatan massal, skrining mata gratis, hingga santunan anak yatim. Agenda ini memperlihatkan bagaimana majelis keagamaan ikut mengambil peran dalam menjawab persoalan sosial di tingkat akar rumput.
Kehadiran pemerintah dan Baznas dalam acara ini sekaligus menegaskan upaya membangun sinergi antara negara dan komunitas keagamaan—sebuah kolaborasi yang diharapkan mampu mendorong NTB menjadi lebih sejahtera dan berkeadilan.
