-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dinkes Lotim Intervensi Stunting, Libatkan PKK NTB dan Kader Desa

Minggu, 28 Juni 2026 | 20.49 WIB Last Updated 2026-06-29T12:52:00Z

Dinkes Lotim Intervensi Stunting, Libatkan PKK NTB dan Kader Desa. Foto : istimewa 



Pringgabaya, LokalNews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), terus menggenjot upaya percepatan penurunan angka stunting melalui intervensi yang menyasar ibu hamil, balita, dan keluarga. Program tersebut menggabungkan intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif yang dilaksanakan di Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya, Sabtu (27/6/2026).


Kegiatan itu dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Sinta Agathia Soedjoko, Camat Pringgabaya Deni Aswin Pribadi, Sekretaris Dinas Kesehatan Lotim Saiful Idris, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Lalu Bagus Wikrama, jajaran PKK, serta kader kesehatan setempat.


Camat Pringgabaya, Deni Aswin Pribadi mengatakan penanganan stunting membutuhkan kolaborasi semua pihak. Menurutnya, Desa Pringgabaya Utara yang menjadi salah satu desa berdaya diharapkan mampu menjadi contoh dalam upaya menekan angka stunting.


"Perhatian terhadap stunting harus terus dilakukan demi menciptakan generasi emas 2045. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh masyarakat," ujarnya.


Sementara itu, Ketua TP PKK NTB Sinta Agathia Soedjoko, mengatakan penanganan stunting tidak hanya berfokus pada pemberian makanan tambahan, tetapi juga harus melihat akar persoalan di setiap wilayah, seperti sanitasi, pola asuh, hingga konsumsi gizi keluarga.


Menurutnya, kader kesehatan memiliki peran penting karena memahami kondisi masyarakat secara langsung.


"Kader akan terus dilibatkan agar kita mengetahui persoalan yang sebenarnya di lapangan. Setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda sehingga intervensinya juga harus tepat sasaran," katanya.


Pada kesempatan tersebut, Sinta juga menyerahkan bantuan kepada anak-anak yang mengalami stunting.


Sementara, Lalu Bagus Wikrama mengatakan capaian layanan penanganan stunting di Lombok Timur telah mencapai sekitar 90 persen. Layanan tersebut meliputi pemberian makanan pendamping ASI (MPASI), imunisasi dasar lengkap, hingga pemenuhan gizi seimbang.


Meski demikian, ia menilai masih diperlukan evaluasi bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar angka stunting dapat terus ditekan.


"Kami akan memperkuat intervensi melalui edukasi, konseling, dan pendekatan langsung kepada keluarga yang berisiko maupun yang telah mengalami stunting," ujarnya.


Ia menjelaskan edukasi kepada keluarga, khususnya ibu, menjadi strategi penting untuk meningkatkan pemahaman tentang pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak berusia balita.


Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Lotim, Saiful Idris mengatakan pemerintah daerah menargetkan prevalensi stunting terus menurun sesuai target dalam RPJMD.


Menurutnya, penanganan stunting dilakukan secara dinamis dengan memperbarui data secara berkala sehingga intervensi yang diberikan tetap tepat sasaran.


"Data terus kami perbarui dan diverifikasi agar seluruh program penanganan benar-benar menyasar anak yang membutuhkan," kata Saiful.

×
Berita Terbaru Update