-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Libur Tak Lagi Direpotkan MBG, Kini Siswa SMAN 2 Selong Pertanyakan Jatah Hari Libur

Selasa, 28 Juli 2026 | 09.30 WIB Last Updated 2026-07-28T01:31:36Z
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 2 Selong, Muhammad Ahsan Setiawan. Foto: lokalnews.id


LOKALNEWS.ID — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 2 Selong memunculkan dinamika baru. Jika sebelumnya siswa mengeluhkan pembagian makanan saat masa libur sekolah, kini justru muncul pertanyaan ketika distribusi MBG hanya berlangsung pada hari efektif, Senin hingga Jumat.


Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 2 Selong, Muhammad Ahsan Setiawan, mengaku kebijakan penghentian distribusi MBG saat libur membuat aktivitas sekolah menjadi lebih sederhana. Menurutnya, pada skema sebelumnya, siswa tetap diminta datang ke sekolah hanya untuk mengambil paket MBG meski sedang menikmati masa liburan.


"Di satu sisi kami bersyukur. Saat libur, siswa tidak lagi harus datang ke sekolah hanya untuk menerima MBG. Dulu banyak yang mengeluh karena liburnya terganggu," kata Ahsan.


Ia menjelaskan, persoalan lain muncul ketika tidak semua siswa langsung mengambil paket MBG. Sebagian memilih mengambilnya keesokan hari sehingga menimbulkan kekhawatiran kualitas makanan menurun.


"Kadang ada yang dirapel besok diambil sekalian. Kami khawatir kualitas menu terganggu atau bahkan rusak," ujarnya.


Namun memasuki tahun ajaran baru, persoalan berbeda justru muncul. Siswa mulai mempertanyakan absennya distribusi MBG setiap hari Sabtu. Selama ini mereka terbiasa menerima makanan bergizi setiap hari sekolah, sehingga perubahan jadwal membuat sebagian siswa tidak siap.


"Anak-anak sempat bingung. Mereka bilang, kalau tahu Sabtu tidak ada MBG, mungkin mereka membawa bekal dari rumah atau meminta uang jajan lebih," ungkapnya.


Menurut Ahsan, keberadaan MBG dinilai siswa sangat membantu, terutama pada jam-jam menjelang siang ketika konsentrasi belajar mulai menurun. Karena itu, tidak adanya distribusi pada hari Sabtu membuat sebagian siswa merasa kehilangan dukungan yang selama ini mereka rasakan.


"Menurut mereka MBG diperlukan pada jam-jam rawan, terutama setelah jam istirahat menuju siang," katanya.


Pihak sekolah menegaskan tidak memiliki kewenangan menentukan jadwal distribusi. Sekolah hanya menerima dan menyalurkan makanan sesuai alokasi yang telah ditetapkan oleh penyelenggara program.


"Kami hanya menerima, lalu mendistribusikan. Setelah itu selesai. Kebijakannya bukan dari sekolah," ujar Ahsan.


Saat ini, SMAN 2 Selong menerima alokasi MBG untuk 1.856 penerima, yang mencakup siswa, guru, termasuk peserta didik Terbuka di Ibnu Abbas, serta 99 tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Dengan skema yang berlaku saat ini, distribusi MBG hanya berlangsung pada Senin hingga Jumat.

×
Berita Terbaru Update