-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Prestasi Nonakademik Jadi Daya Tarik, SMAN 3 Selong Tambah Satu Rombel

Kamis, 30 Juli 2026 | 08.39 WIB Last Updated 2026-07-30T00:39:41Z
Kepala SMAN 3 Selong, Syawalul Fitri, didampingi siswi berprestasi. Foto: istimewa 


LOKALNEWS.ID – Prestasi nonakademik tampaknya menjadi salah satu modal utama SMAN 3 Selong menarik minat calon peserta didik baru. Pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, sekolah ini mencatat lonjakan jumlah pendaftar hingga harus menambah rombongan belajar (rombel) dari semula tujuh menjadi delapan kelas.


Kepala SMAN 3 Selong, Syawalul Fitri, mengatakan seluruh rombel yang disiapkan telah terisi. Tingginya jumlah peminat juga mendorong sekolah mengajukan penambahan kapasitas siswa dalam setiap rombel dari 36 menjadi 40 orang.


"Awalnya kuota per rombel 36 siswa. Kami mengajukan penambahan menjadi 40 orang dan akhirnya disetujui," kata Syawalul saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (28/7).


Menurut Syawalul, peningkatan jumlah pendaftar tidak datang begitu saja. Ia mengaitkannya dengan capaian siswa di berbagai kompetisi nonakademik, terutama cabang olahraga, yang dalam beberapa tahun terakhir konsisten menghasilkan prestasi di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.


Dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Provinsi NTB, misalnya, belasan siswa SMAN 3 Selong dikirim sebagai wakil sekolah dan sebagian berhasil membawa pulang gelar juara.


Prestasi itu berlanjut pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026. Dua siswi sekolah tersebut meraih medali emas dan perak, sementara atlet lainnya turut menyumbang medali di cabang atletik. Capaian tersebut memperkuat citra SMAN 3 Selong sebagai salah satu sekolah dengan pembinaan olahraga yang kompetitif di Lombok Timur.


Meski demikian, Syawalul mengakui sekolahnya masih menghadapi tantangan pada aspek akademik. Ia menyebut persaingan dengan sejumlah SMA lain di Kota Selong masih cukup ketat.


"Kalau akademik, kami terus berbenah. Tetapi di bidang nonakademik, khususnya olahraga, kami mampu bersaing dan beberapa kali menjadi juara," ujarnya.


Untuk menjaga kesinambungan prestasi, sekolah mengklaim telah memulai proses identifikasi bakat sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Peserta didik yang dinilai memiliki potensi kemudian diarahkan mengikuti pembinaan sesuai bidang masing-masing.


"Sejak MPLS kami mulai memetakan bakat siswa. Setelah itu mereka dibina secara berkelanjutan agar potensi yang dimiliki berkembang menjadi prestasi," kata Syawalul.


Di luar pembinaan prestasi, SMAN 3 Selong juga menerapkan program sekolah ramah anak. Program tersebut difokuskan pada pencegahan perundungan melalui pengawasan aktivitas siswa, terutama saat jam istirahat.


Sekolah mewajibkan seluruh siswa mengikuti kegiatan iman dan takwa (imtak) sebelum proses belajar mengajar dimulai. Pengawasan terhadap interaksi antarsiswa juga diperketat untuk mencegah munculnya praktik senioritas maupun tindakan yang berpotensi memicu perundungan.


"Kalau ada siswa yang berkumpul dan dianggap berpotensi menimbulkan persoalan, guru langsung melakukan pendekatan. Saat jam istirahat pengawasan juga kami perketat agar siswa tidak keluar lingkungan sekolah," ujarnya.


Salah seorang siswi peraih medali, Septika, menilai dukungan sekolah menjadi salah satu faktor penting di balik capaian yang diraihnya. Menurut dia, sekolah menyediakan fasilitas latihan sekaligus mendukung kebutuhan mengikuti kejuaraan.


"Untuk bisa juara tentu latihan harus lebih keras. Yang paling penting juga bagaimana membagi waktu antara latihan dan belajar," kata Septika.


Meski demikian, klaim bahwa prestasi nonakademik menjadi penyebab utama meningkatnya jumlah pendaftar masih memerlukan pembuktian melalui data yang lebih komprehensif, seperti tren pendaftar dalam beberapa tahun terakhir maupun hasil evaluasi SPMB. 


Meski demikian, lonjakan kuota rombel pada tahun ini menunjukkan citra sekolah di mata masyarakat memang mengalami penguatan, setidaknya dari sisi daya tarik penerimaan peserta didik baru.

×
Berita Terbaru Update