-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Visiting Professor di IAI Hamzanwadi Pancor, Eks Rektor UNISMA Bongkar Kunci Bangun Kampus Berdampak

Rabu, 29 Juli 2026 | 13.10 WIB Last Updated 2026-07-29T05:10:37Z



LOKALNEWS.ID - Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor kembali menggelar program Visiting Professor dengan menghadirkan dua guru besar dari Universitas Islam Malang (UNISMA), Selasa (28/7). Kegiatan yang mengusung tema "Pendidikan Islam dan PTKIS Berdampak" itu menjadi ajang berbagi pengalaman dalam membangun perguruan tinggi yang berdaya saing nasional hingga internasional.


Kegiatan berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai III Gedung Rektorat IAI Hamzanwadi Pancor dan dihadiri jajaran pimpinan kampus, mulai dari Wakil Rektor I Dr. H. Abdul Hayyi Akrom, Wakil Rektor II TGH. Hudatullah, MA, para dekan, Direktur Pascasarjana, wakil dekan hingga dosen.


Dua narasumber yang hadir yakni Prof. Dr. H. Maskuri Bakri, M.Si., mantan Rektor UNISMA periode 2014-2025 sekaligus Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) 2024-2025, serta Prof. Dr. M. Mas'ud Said, MM, Ph.D., Guru Besar sekaligus Direktur Pascasarjana UNISMA.


Dalam paparannya, Prof. Maskuri membagikan pengalaman membawa UNISMA menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Menurutnya, perubahan besar tidak cukup dilakukan dengan langkah biasa, melainkan membutuhkan lompatan melalui pembenahan budaya akademik, tata kelola administrasi, hingga penguatan jejaring kerja sama.


Ia menegaskan, keberhasilan sebuah perguruan tinggi sangat bergantung pada cara pandang seluruh elemen kampus terhadap perubahan.


"Ada empat pilihan, yakni menjadi pemimpin perubahan, pengikut perubahan, penonton perubahan, atau penentang perubahan. Pilihan terbaik adalah menjadi pemimpin perubahan karena di situlah dampak besar bisa diwujudkan," ujarnya.


Prof. Maskuri juga memaparkan sejumlah praktik terbaik dalam membangun perguruan tinggi berdampak. Di antaranya meningkatkan efisiensi dan kualitas pendidikan, memperkuat publikasi internasional, meningkatkan rekognisi dosen, memperluas kerja sama dan hilirisasi riset, terlibat dalam penyusunan kebijakan, hingga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).


Sementara itu, Prof. M. Mas'ud Said menekankan pentingnya membangun jaringan kemitraan sebagai modal utama kemajuan perguruan tinggi.


Menurutnya, kampus tidak bisa berkembang jika berjalan sendiri. Penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak serta pengembangan sumber daya manusia menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi.


Ia juga berharap kerja sama antara IAI Hamzanwadi Pancor dan Universitas Islam Malang dapat segera diwujudkan melalui berbagai program akademik yang saling menguntungkan.


Mewakili civitas akademika IAI Hamzanwadi Pancor, Direktur Pascasarjana Prof. H.M. Taufik menyampaikan apresiasi atas kehadiran kedua guru besar tersebut. Ia berharap pengalaman dan praktik baik yang dibagikan UNISMA dapat menjadi referensi dalam penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di IAI Hamzanwadi Pancor.


Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) secara simbolis antara Wakil Rektor I IAI Hamzanwadi Pancor, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom dan Direktur Pascasarjana UNISMA, Prof. Dr. H. M. Mas'ud Said. Acara kemudian diakhiri dengan saling bertukar cendera mata sebagai simbol penguatan hubungan kelembagaan antara kedua perguruan tinggi.

×
Berita Terbaru Update