![]() |
LokalNews NAGEKEO, NTT — Kondisi warga Desa Kotagana, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, masih memprihatinkan pascagempa. Sebanyak 248 kepala keluarga atau sekitar 930 jiwa terdampak dan hingga kini masih membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Berdasarkan hasil assessment lapangan pada 23 Agustus 2026, sebanyak 120 rumah mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, 70 rumah rusak berat dan 50 lainnya mengalami rusak sedang. Kerusakan membuat sejumlah keluarga terpaksa meninggalkan rumah karena kondisi bangunan yang sudah tidak aman untuk ditempati.
Warga kini bertahan di tempat-tempat pengungsian yang tersebar di empat dusun. Terdapat dua posko utama dan belasan posko mandiri. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam pendistribusian bantuan karena warga berada di banyak titik.
Sebagian warga masih tidur di bawah terpal darurat dengan fasilitas yang sangat terbatas. Persediaan makanan, air bersih, perlengkapan tidur, hingga kebutuhan kesehatan masih jauh dari mencukupi.
Kondisi kelompok rentan menjadi perhatian utama. Dari 930 warga terdampak, terdapat 54 balita, lima ibu hamil, 43 penyandang disabilitas, 140 lansia, serta 20 lansia yang sedang sakit. Beberapa warga juga dilaporkan mengalami luka akibat gempa dan masih membutuhkan penanganan kesehatan.
Bantuan yang diterima sejauh ini juga masih terbatas. Relawan telah menyalurkan sekitar 200 kilogram beras, sementara bantuan pemerintah daerah berupa sekitar 250 kilogram beras, air mineral, mi instan, dan telur.
Jumlah tersebut harus dibagikan kepada ratusan keluarga yang tersebar di empat dusun dan puluhan titik pengungsian.
Selain rumah warga, sejumlah fasilitas penting juga mengalami kerusakan, seperti kantor desa, pustu, BUMDes, fasilitas air, sekolah, dan tempat ibadah. Jalan di Dusun III dan Dusun IV juga dilaporkan mengalami retakan.
Saat ini, warga membutuhkan berbagai bantuan, mulai dari beras dan bahan pangan, makanan bergizi untuk balita, susu untuk balita dan ibu hamil, obat-obatan, air bersih, selimut, terpal dan tenda darurat, popok bayi, pakaian bayi, perlengkapan kebersihan, hingga tandon air.
Di tengah kondisi tersebut, warga berharap bantuan dapat terus berdatangan dan menjangkau seluruh titik pengungsian.
Bagi masyarakat Kotagana, bantuan yang dibutuhkan bukanlah sesuatu yang mewah. Mereka hanya ingin memiliki makanan yang cukup, tempat berteduh yang layak, akses kesehatan, dan rasa aman sambil menunggu kondisi kembali pulih.

