![]() |
| Seorang anak dengan didiagnosis Bronkopneumonia. Foto: istimewa |
LOMBOK TIMUR, LokalNews.id – Mengajak anak bermain di playground menjadi salah satu cara orang tua memberikan hiburan sekaligus aktivitas fisik. Namun, kebersihan arena bermain perlu menjadi perhatian karena tempat tersebut berpotensi menjadi media penularan bronkopneumonia (pradangan infeksi saluran pernapasan dan kantong paruh).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lombok Timur (Lotim), Lalu Aries Fahrozi, mengingatkan orang tua agar tidak mengabaikan kebersihan dan kondisi kesehatan anak saat mengajak mereka bermain di arena permainan, terutama playground indoor.
Risiko tersebut antara lain berasal dari berbagai fasilitas yang digunakan secara bergantian oleh banyak anak. Mainan, kolam bola hingga perosotan dapat menjadi media perpindahan kuman apabila tidak dibersihkan secara rutin.
"Bakteri maupun virus penyebab infeksi pernapasan dapat berpindah melalui permukaan benda yang sering disentuh. Kondisi ini semakin berisiko ketika anak menyentuh wajah, hidung atau mulut tanpa terlebih dahulu membersihkan tangan,"kata Aries, dalam rilisnya, Rabu (19/8).
Selain itu, playground indoor dengan sirkulasi udara yang kurang baik juga dapat meningkatkan risiko penularan. Anak-anak yang bermain dalam jarak berdekatan dapat saling terpapar droplet ketika berbicara, tertawa, bersin atau batuk.
Infeksi yang menyerang saluran pernapasan dapat berkembang menjadi bronkopneumonia, yakni peradangan akibat infeksi pada saluran napas dan bagian paru-paru, termasuk kantung udara atau alveoli.
"Kelelahan juga perlu diperhatikan. Aktivitas bermain yang terlalu berat ketika kondisi tubuh anak sedang tidak prima dapat membuat daya tahan tubuh menurun sehingga lebih rentan terhadap infeksi,"katanya.
Aries pun mengimbau, agar orang tua menerapkan sejumlah langkah pencegahan. Pertama, biasakan anak mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan dan minum. Hand sanitizer juga dapat digunakan ketika fasilitas cuci tangan tidak tersedia.
Kedua, setelah pulang bermain, anak sebaiknya segera mandi dan mengganti pakaian. Pakaian yang digunakan saat bermain tidak disarankan langsung dipakai untuk tidur atau bersantai di tempat tidur.
Ketiga, orang tua sebaiknya menunda mengajak anak ke playground jika kondisi tubuhnya sedang kurang fit, seperti kelelahan, kurang tidur atau mengalami gejala bersin dan batuk.
Keempat, pilih arena bermain yang bersih, tidak terlalu padat, memiliki ventilasi yang baik, serta rutin melakukan pembersihan dan sanitasi terhadap fasilitas permainan.
"Dengan langkah sederhana ini, aktivitas bermain tetap dapat dilakukan dengan aman tanpa mengabaikan risiko penularan penyakit pada anak,"tandasnya. (LN)
