-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bupati Lotim Minta Warga Tak Malu Periksa Mata

Jumat, 28 Agustus 2026 | 20.04 WIB Last Updated 2026-08-28T12:04:44Z
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin. Foto: lokalnews.id


LOMBOK TIMUR, LokalNews.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim), mendapat bantuan dari Australia bersama Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) NTB untuk memberikan pelayanan kesehatan mata secara gratis bagi masyarakat. Sebanyak 500 pasien di alokasikan untuk Lotim. 


Bupati Lotim, H. Haerul Warisin menekankan keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada keterlibatan seluruh unsur masyarakat, mulai dari camat, kepala desa, kepala dusun, RT/RW, kader kesehatan hingga tokoh masyarakat.


Dia meminta pemerintah desa bersama puskesmas segera melakukan pendataan terhadap warga yang mengalami gangguan penglihatan, terutama mereka yang membutuhkan penanganan katarak.


"Jangan malu-malu kalau misalnya matanya sudah berair atau mulai buram. Ini kesempatan," kata Haerul, dalam sambutannya, Kamis (27/8).


Ia juga mengingatkan, masyarakat agar memanfaatkan layanan tersebut karena pelaksanaannya hanya tersedia selama tiga hari, yakni 11-13 September 2026.


"Kesempatan itu setelah itu akan hilang lagi satu tahun berikutnya. Pemerintah sangat berharap mulai saat ini camat dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah desa dan BPD, mendata semuanya," tegasnya.


Ia meminta pendataan dilakukan dengan melibatkan puskesmas dan kader kesehatan agar kuota 500 pasien dari Lotim dapat terpenuhi dan tidak ada warga yang sudah terdata namun tidak hadir saat pelayanan.


"Efisiensi. Sekarang Anda kalikan Rp2,7 juta dengan 500 orang. Lumayan. Siapa yang mau kasih uang sekian?" ujarnya.


Selain membahas layanan kesehatan mata, Haerul juga menyinggung besarnya anggaran yang dikeluarkan Pemkab Lombok Timur untuk pembayaran BPJS Kesehatan.


Dia menyebut Pemkab Lotim pada 2026 mengalokasikan sekitar Rp140 miliar untuk pembayaran BPJS, meningkat dibandingkan 2025 yang berada di angka sekitar Rp98 miliar. (LN)

×
Berita Terbaru Update