![]() |
| Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur Lalu Aries Fahrozi. Foto : lokalnews.id |
LOMBOK TIMUR, LokalNews.id - Kabar baik bagi warga Lombok Timur yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak. Dinas Kesehatan (Dinkes) Lombok Timur (Lotim) bersama sejumlah pihak akan menggelar operasi katarak gratis dengan menyediakan 500 kuota.
Operasi katarak gratis tersebut dijadwalkan berlangsung pada 11-13 September 2026 di Rumah Sakit Lombok Timur.
Kepala Dinas Kesehatan Lotim Lalu Aries Fahrozi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan kolaborasi lintas sektor. Pihak yang dilibatkan antara lain camat, kepala desa, kepala puskesmas, serta sejumlah pihak lainnya.
"Kegiatan ini secara lintas sektor yang melibatkan camat, kepala desa, kepala puskesmas, termasuk juga lintas sektor yang lain," kata Aries, Selasa (1/9).
Program tersebut diinisiasi Dinkes Lotim bersama Dinkes Provinsi NTB dengan menggandeng mitra donor Fred Hollows Foundation (FHF) serta Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami).
Menurut Aries, dari total sekitar 800 kuota operasi katarak yang tersedia untuk NTB, Lotim mendapatkan lebih dari 500 kuota.
"Jadi dengan lembaga donor FHF, Fred Hollows Foundation ini, kita alhamdulillah dari 800 jatah di NTB, kita dapat 500 lebih. Mudah-mudahan kuota 500 ini bisa kita penuhi," ujarnya.
Lebih lanjut, Dinkes Lotim saat ini telah memiliki data calon penerima layanan. Sekitar 540 warga tercatat mengalami katarak, ditambah 29 orang dengan gangguan penglihatan lainnya yang masuk dalam pendataan.
Meski demikian, seluruh calon peserta tetap harus menjalani proses screening kesehatan sebelum menjalani operasi.
Aries menjelaskan, calon pasien dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti gula darah tinggi atau memiliki infeksi, belum dapat langsung menjalani operasi.
"Kalau dia ada infeksi, ada gula darahnya tinggi, tentu tidak bisa kita lakukan tindakan pada saat itu. Harus dirawat dulu, setelah semua stabil baru nanti kita lakukan," jelasnya.
Untuk menjaring peserta sekaligus memastikan kuota terpenuhi, Dinkes melibatkan pemerintah kecamatan dan desa. Kepala desa dan camat diminta membantu menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat.
Warga yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak juga diminta segera mengakses layanan kesehatan di puskesmas untuk menjalani screening awal dan pendataan.
"Tujuan kita agar tersosialisasi, agar desa yang tentu dekat dengan masyarakat bisa menyosialisasikan kepada masyarakat kita. Agar yang mengalami gangguan penglihatan bisa segera mengakses pelayanan kesehatan di puskesmas untuk dilakukan screening awal," katanya.
Setelah melalui proses screening dan memenuhi persyaratan kesehatan, warga akan didaftarkan untuk mengikuti operasi katarak gratis yang digelar pada 11-13 September 2026.
Dinkes berharap seluruh kuota yang tersedia dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Lotim yang membutuhkan. (LN)
