-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Komisi II DPRD Lotim Dorong RSUD Selaparang Jadi Rumah Sakit Khusus Rehabilitasi

Kamis, 10 September 2026 | 09.32 WIB Last Updated 2026-09-10T01:32:02Z
RSUD Selaparang Lombok Timur. Foto: lokalnews.id




LOMBOK TIMUR, LokalNews.id — Keterbatasan fasilitas rehabilitasi bagi masyarakat yang mengalami ketergantungan narkotika maupun gangguan jiwa menjadi perhatian Komisi II DPRD Lombok Timur (Lotim). Salah satu opsi yang didorong ialah menjadikan RSUD Selaparang sebagai rumah sakit khusus rehabilitasi.


Ketua Komisi II DPRD Lotim, H. Muhammad Holdi, mengatakan kebutuhan fasilitas rehabilitasi di daerah cukup mendesak. Selama ini, pasien dari Lotim yang membutuhkan layanan rehabilitasi masih banyak dirujuk ke Kota Mataram.


Menurut Holdi, keterbatasan fasilitas di daerah tujuan membuat proses penanganan pasien belum selalu berjalan optimal. Persoalan juga tidak berhenti ketika pasien menyelesaikan masa rehabilitasi.


Ia menyebut, ada informasi mengenai pasien yang setelah dipulangkan ke Lotin justru tidak diterima kembali oleh keluarganya. Kondisi tersebut berisiko membuat pasien terlantar dan kehilangan dukungan sosial yang dibutuhkan dalam proses pemulihan.


"Kalau memang memungkinkan untuk itu, kenapa tidak? Itu salah satu alternatif yang nanti kita coba berikan rekomendasi," kata Holdi, Rabu (9/9).


Menurutnya anggota fraksi Partai Gerindra Lotim ini, RSUD Selaparang dapat menjadi salah satu pilihan karena fasilitas tersebut sudah tersedia. Pemanfaatan bangunan yang ada dinilai lebih realistis ketimbang pemerintah harus memulai pembangunan fasilitas rehabilitasi baru dari nol.


RSUD Selaparang sendiri sejak awal pembangunannya telah dicanangkan sebagai rumah sakit khusus. Karena itu, Komisi II melihat kembali peluang pemanfaatan rumah sakit tersebut untuk mendukung layanan rehabilitasi.


Namun, wacana itu masih membutuhkan kajian teknis dan kebijakan. DPRD Lotim berencana berkonsultasi dengan pemerintah daerah untuk mengetahui kemungkinan pemanfaatan RSUD Selaparang sebagai fasilitas rehabilitasi.


Selain RSUD Selaparang, terdapat bangunan di kawasan Selong yang sebelumnya pernah diwacanakan sebagai fasilitas rehabilitasi. Holdi mengatakan pihaknya perlu memastikan kembali kondisi, status, serta tindak lanjut dari rencana tersebut.


"Kita coba cek di lapangan apakah betul-betul mau dijadikan itu atau tidak," ujarnya.


Bagi Holdi , keberadaan fasilitas rehabilitasi di Lotim penting dikaji secara serius. Selain mendekatkan layanan kepada masyarakat, fasilitas di daerah juga diharapkan dapat memastikan pasien memperoleh pendampingan setelah menyelesaikan proses rehabilitasi.


Dengan demikian, persoalan rehabilitasi tidak semata dilihat sebagai urusan medis, tetapi juga menyangkut dukungan keluarga dan keberlanjutan pemulihan pasien setelah kembali ke lingkungan sosialnya. (LN)
×
Berita Terbaru Update