-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bupati Iron Minta PDAM Perkuat Penghijauan di Sumber Mata Air

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21.15 WIB Last Updated 2026-10-03T13:15:55Z
Rapat Koordinasi Pemanfaatan Aset dan Sumber Mata Air. Foto: istimewa 


LOMBOK TIMUR, LokalNews.id — Bupati Lombok Timur (Lotim) H. Haerul Warisin, meminta PDAM tidak hanya memanfaatkan sumber mata air, tetapi juga aktif merawatnya melalui penghijauan dan reboisasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan air, terutama menghadapi musim kemarau.


Pesan itu disampaikan Haerul saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Pemanfaatan Aset dan Sumber Mata Air, Kamis (10/1).


“Kalau ada sumber-sumber air yang sudah kita miliki di beberapa tempat itu, tetap anda lakukan reboisasi,” pesan H. Iron akrabnya itu.


Ia meminta kawasan sekitar sumber mata air ditanami pohon yang mampu menyimpan dan mengikat air. Dengan demikian, debit air diharapkan tetap terjaga dan dapat dipertahankan, terutama ketika musim kemarau berlangsung.


“Tanami dengan tanaman yang menghasilkan air, yang bisa menyimpan air,” tambahnya.


Selain menjaga lingkungan, Haerul meminta PDAM membangun hubungan baik dengan masyarakat yang tinggal di sekitar sumber mata air. Menurutnya, keberadaan masyarakat perlu diperhatikan agar mereka ikut merasakan manfaat dari keberadaan sumber air tersebut.


PDAM diminta mengalokasikan dana corporate social responsibility (CSR) bagi masyarakat sekitar sumber mata air.


“Termasuk anda pelihara juga masyarakat yang ada di sekitar sumber air. Berikan juga CSR di situ. Sekali setahun kah, misalnya, sehingga mereka merasa terayomi,” ujarnya.


Bupati juga mengapresiasi keterbukaan PDAM terkait penurunan debit air yang berdampak terhadap pelayanan air bersih masyarakat. Ia menilai langkah rekayasa jaringan yang dilakukan PDAM merupakan upaya untuk menjaga pelayanan di tengah kondisi sumber air yang mengalami penurunan.


Namun, Haerul menegaskan PDAM tetap perlu mencari sumber-sumber air baru yang memiliki debit stabil.


Salah satu opsi yang ditawarkan adalah memanfaatkan air yang selama ini terbuang dari kawasan Joben. Menurutnya, rencana tersebut perlu dikomunikasikan terlebih dahulu dengan tokoh masyarakat dan warga sekitar.


Haerul meyakini masyarakat dapat memahami rencana tersebut apabila disampaikan dengan cara dan metode komunikasi yang tepat. Ia juga menilai pemanfaatan air tersebut tidak akan mengganggu kebutuhan masyarakat sekitar.


Di tengah kondisi pelayanan yang belum optimal, Bupati meminta Direktur Utama PDAM menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Penjelasan mengenai kondisi sumber air dan upaya yang sedang dilakukan juga perlu disampaikan secara terbuka agar masyarakat memahami situasi yang terjadi.


Sementara itu, Direktur Utama PDAM Lombok Timur Sopyan Hakim melaporkan sejumlah sumber air PDAM mengalami penurunan debit akibat kemarau panjang. Meski demikian, PDAM melakukan rekayasa jaringan agar pelayanan kepada masyarakat Kota Selong dan sekitarnya tetap berjalan, meskipun belum seperti kondisi normal.


PDAM juga menyiapkan dua mobil tangki untuk mendistribusikan air ke wilayah selatan yang mengalami kekurangan air. Sopyan berharap Pemkab Lombok Timur dapat menambah armada tangki, mengingat dua unit yang dimiliki saat ini telah berusia lebih dari 20 tahun.


Saat ini PDAM memiliki sumber air yang tersebar di tiga zona, yakni utara, tengah, dan selatan. Sejumlah sumber mengalami penurunan debit, sementara sumber lainnya masih dalam kondisi stabil.


Sebab itu, PDAM terus mencari sumber air baru yang debitnya relatif stabil untuk mendukung pelayanan. Kebutuhan tersebut semakin mendesak karena daftar tunggu masyarakat yang mengajukan layanan PDAM kini mencapai lebih dari 2.000 kepala keluarga. (LN)

×
Berita Terbaru Update