![]() |
| Sumpah jabatan 21 pejabat lingkup OPD Kabupaten Lombok Timur di Pendopo Bupati Lombok Timur Foto: istimewa |
LOMBOK TIMUR, LokalNews.id — Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, meminta seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) memimpin apel pagi di kantor masing-masing sebelum memulai aktivitas kerja. Instruksi itu disampaikan saat pelantikan 21 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Senin (19/10/2026) malam.
Pelantikan berlangsung di Pendopo Bupati Lombok Timur dan dipimpin Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya, disaksikan langsung oleh Bupati H. Haerul Warisin dan Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik.
Sebanyak 21 pejabat yang dilantik terdiri atas dua pejabat pimpinan tinggi dan 19 pejabat pengawas.
Dua pejabat pimpinan tinggi tersebut yakni Parihin, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), kini dipercaya sebagai Inspektur Daerah Kabupaten Lombok Timur. Sementara Husnul Basri, yang sebelumnya menjabat Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah, dilantik menjadi Kepala Dinas Dukcapil Lombok Timur.
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Bupati Iron itu menegaskan bahwa kepala OPD tidak cukup hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga harus menjadi teladan bagi seluruh pegawai di lingkungan kerjanya.
“Setiap sebelum mulai bekerja setiap hari, tetap lakukan apel di depan kantor masing-masing,” tegasnya.
Menurut Haerul, apel pagi menjadi momentum bagi pimpinan untuk memberikan arahan, nasihat, serta memastikan setiap pegawai menjalankan tugas sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.
Ia juga mengingatkan pejabat eselon II agar tidak menyerahkan tanggung jawab memimpin apel sepenuhnya kepada pejabat di bawahnya, terlebih jika mereka sendiri kerap datang terlambat.
“Keberadaan Anda sebagai eselon II adalah untuk memberikan wejangan, saran, dan nasihat kepada staf. Penting bagi kita menjadi orang tua di kantor itu,” ujarnya.
Haerul menambahkan, keberhasilan seorang pejabat tidak diukur dari besarnya anggaran yang dikelola atau banyaknya pegawai yang dipimpin. Namun, yang lebih penting adalah kemampuan menciptakan suasana kerja yang nyaman, membangun kinerja, serta membimbing bawahan.
Selain kedisiplinan, Bupati Iron juga menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menangani pelanggaran yang dilakukan aparatur sipil negara (ASN), termasuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Ia meminta setiap persoalan diverifikasi secara menyeluruh sebelum pemerintah mengambil tindakan tegas, termasuk pemberhentian pegawai.
“Bukan berarti kita membela orang yang salah, tetapi proses-proses itu harus jelas. Jangan sampai kita juga membuat dosa atas apa yang menjadi kewenangan kita,” katanya.
Menurut dia, pimpinan memiliki tanggung jawab untuk membina dan mengawasi bawahannya. Karena itu, teguran dan arahan perlu diberikan secara berkelanjutan agar persoalan kedisiplinan maupun pelanggaran tidak dibiarkan berlarut-larut.
Haerul juga mengingatkan seluruh pejabat agar menghindari sifat iri hati, dengki, dan kebiasaan memfitnah rekan kerja. Ia meminta pegawai menyampaikan informasi kepada pimpinan secara objektif, terutama jika berkaitan dengan persoalan pekerjaan dan pelayanan masyarakat.
“Kita ini pelayan masyarakat. Setinggi apa pun jabatan kita, harus tetap ingat bahwa kita juga akan mati. Jangan sombong ketika menjadi pejabat,” ujarnya.
Khusus kepada pejabat yang baru dilantik sebagai Inspektur Daerah dan Kepala Dinas Dukcapil, Haerul meminta keduanya segera menjalankan tugas dengan baik. Ia menyoroti pentingnya pengawasan internal pemerintahan serta pelayanan administrasi kependudukan, terutama pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap kartu tanda penduduk (KTP).
Ia juga meminta jajaran kecamatan memberikan perhatian terhadap warga yang belum memiliki KTP, mengingat dokumen tersebut menjadi salah satu kebutuhan penting dalam mengakses berbagai layanan publik.
Di sisi lain, Haerul menyinggung rencana pemerintah daerah merehabilitasi sejumlah rumah dinas camat yang membutuhkan perbaikan pada 2027. Ia berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
Menutup sambutannya, Haerul mengingatkan para pejabat agar menjalankan amanah sesuai sumpah jabatan dan mengutamakan kepentingan rakyat.
“Sekali lagi, selamat kepada Bapak dan Ibu yang sudah dilantik. Kita bekerja untuk rakyat dan bekerja atas apa yang menjadi sumpah kita,” tutupnya. (LN)
