![]() |
| Operasi Katarak Gratis di Rumah Sakit Lombok Timur (RSLT), Jumat (24/1). Foto/istimewa |
Lokalnews.id — Katarak masih menjadi penyumbang terbesar kasus kebutaan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Di tengah tingginya prevalensi gangguan penglihatan yang mencapai 4 persen—tertinggi kedua secara nasional—Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menggelar bakti sosial operasi katarak gratis sebagai upaya menekan dampak kebutaan, terutama pada warga miskin dan lansia.
Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Lalu Aries Fahrozi, mengatakan kegiatan bakti sosial tersebut melibatkan 20 puskesmas dengan total 156 pasien menjalani skrining. Hasilnya, 145 pasien dinyatakan layak dan menjalani operasi katarak.
“Sisanya tidak lolos karena tidak memenuhi syarat medis, seperti gula darah sewaktu di atas 200 atau adanya kelainan pada saraf mata,” kata Aries, Senin (26/1).
Ia mengungkapkan, beban kasus katarak di Lombok Timur masih tergolong tinggi. Sepanjang 2024 tercatat sekitar 8.343 kasus, namun baru 1.825 pasien yang berhasil dioperasi. Memasuki 2025, jumlah kasus masih bertahan di kisaran 8.000 kasus.
Menurut Aries, tingginya angka tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor risiko, mulai dari penuaan, paparan sinar matahari berlebihan, kebiasaan merokok, hingga penggunaan obat kortikosteroid dalam jangka panjang.
Program operasi katarak gratis ini menyasar seluruh lapisan masyarakat, dengan prioritas warga kurang mampu dan mereka yang tidak memiliki BPJS Kesehatan. Seluruh biaya tindakan medis dalam kegiatan bakti sosial tersebut ditanggung oleh sponsor.
“Pasien tidak dipungut biaya apa pun. Ini murni kegiatan sosial,” ujarnya.
Aries menegaskan, operasi katarak massal menjadi langkah strategis untuk menekan angka kebutaan di NTB, mengingat katarak menyumbang sekitar 78 persen penyebab kebutaan, terutama pada penduduk usia 50 tahun ke atas. (ln)


