-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Seleksi 1.000 Pelamar Dapur MBG di Lotim, Hanya 47 Lolos Tahap Awal

Selasa, 03 Februari 2026 | 06.34 WIB Last Updated 2026-02-02T22:34:34Z
Peserta yang lolos, mengikuti tes tertulis. Foto/istimewa


Lokalnews.id - Rekrutmen terbuka Mitra SPPG Bagik Nyaka Santri 3—Yayasan Indonesia Bangkit Mendunia—menarik minat besar warga Lombok Timur (Lotim). Dalam dua pekan terakhir, sekitar 1.000 orang mendaftar untuk bergabung dalam dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari jumlah itu, 300 peserta lolos seleksi administrasi dan mengikuti tes tulis pada Sabtu (31/1), sementara hanya 47 orang yang akan diterima pada tahap awal operasional.


Tingginya jumlah pendaftar disebut mencerminkan antusiasme publik terhadap program MBG yang digagas pemerintah. Rekrutmen itu, menurut pihak mitra, bukan sekadar mencari relawan, melainkan strategi menjaga pemenuhan Angka Kecukupan Gizi penerima manfaat, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.


“Kami ingin semua yang hadir di sini bisa bekerja. Ini bukan makanan gratis, melainkan dibiayai pajak rakyat, sehingga kualitas harus dijaga. Bahkan chef kami datangkan dari profesional,” ujar Mitra SPPG, Bambang Cahyadi.


Ia menegaskan mutu pangan, higienitas, serta akuntabilitas menjadi standar utama. Selain itu, dapur MBG diarahkan turut memberdayakan pelaku usaha mikro di sekitar lokasi operasional.


Para relawan terpilih nantinya wajib mengikuti pelatihan dan sertifikasi, termasuk sertifikat kompetensi dan higiene dapur. Secara nasional, hingga April 2025, lebih dari 10.300 relawan disebut telah menjalani pelatihan serupa. Sistem kerja juga mencakup penggunaan alat pelindung diri, pemeriksaan bahan pangan, honorarium, hingga asuransi kecelakaan kerja.


Program ini turut digadang-gadang memberi efek berganda bagi ekonomi lokal. Petani, nelayan, serta pelaku UMKM dilibatkan sebagai pemasok bahan baku. Pengrajin roti setempat, misalnya, berpeluang menjadi mitra sepanjang memenuhi standar mutu dan harga yang ditetapkan Badan Gizi Nasional, yakni Rp10 ribu per porsi besar dan Rp8 ribu per porsi kecil.


Bambang memperkirakan, jika 100 dapur MBG beroperasi optimal, program tersebut dapat membuka hingga 5.000 lapangan kerja baru.


Dukungan juga datang dari unsur pemerintah kecamatan, kepolisian, TNI, hingga Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Lombok Timur. Perwakilan FKDM, Lalu Bahram, mengingatkan pentingnya disiplin kerja relawan guna mencegah risiko keracunan makanan, seraya mengajak pelamar yang belum lolos untuk tidak berkecil hati.


Menurutnya, MBG kini telah berjalan di 102 dapur di wilayah Lotim.


Seleksi ketat yang diterapkan di Bagik Nyaka Santri 3, dari hampir seribu pelamar menjadi 47 orang terpilih, dinilai sebagai upaya menjaga integritas program. 


Selain membuka ruang kerja di dapur MBG, pihak mitra juga menyiapkan penempatan alternatif di unit usaha lain, seperti kafe, restoran, pengolahan pangan, hingga jasa perjalanan umrah.


Langkah tersebut dipandang sebagai contoh pendekatan kehati-hatian dalam percepatan program nasional—menggabungkan seleksi terbuka, standar ketat, serta pemberdayaan masyarakat sekitar. (ln)

×
Berita Terbaru Update