![]() |
| Tampak peluhan perempuan beriringan membawa tembolaq. Foto/istimewa |
Lokalnews.id — Puluhan perempuan tampak beriringan keluar dari sebuah masjid di Kelurahan Denggen, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Senin (2/2). Di tangan mereka, tersaji baki tradisional khas Sasak yang disebut tembolaq—berisi hasil bumi, aneka kue tradisional Lombok, nasi, hingga ketupat lengkap dengan lauk-pauknya.
Tembolaq itu dibawa menuju makam leluhur untuk rangkaian zikir dan doa, sekaligus pengambilan air suci di mata air Merta Sari. Prosesi tersebut merupakan bagian dari upacara adat tahunan bernama Nyelamet Dowong—ritual masyarakat setempat menjelang masa panen yang bermakna “menyelamatkan tanaman dari hama”.
Tokoh adat Kelurahan Denggen, Lalu Selamet, mengatakan ritual itu selalu digelar ketika padi berusia sekitar satu bulan.
“Ini upacara adat yang wajib dilakukan setiap tahun,” ujarnya kepada DetikBali.
Rangkaian Nyelamet Dowong berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, warga membersihkan makam para leluhur. Prosesi berlanjut pada hari berikutnya dengan penyembelihan ayam di satu lokasi khusus.
“Dibuat lubang sebagai simbol agar penyakit tidak menyebar. Darah ayam dialirkan ke daun bambu supaya menempel di situ,” kata Lalu Selamet.
Daun bambu yang terkena darah itu kemudian dimanfaatkan warga sebagai pestisida alami—sebuah praktik yang telah diwariskan turun-temurun.
“Dulu belum ada pestisida. Daun bambu ini diletakkan di tengah sawah. Hama akan mendekat karena bau amis darah, lalu mati,” imbuhnya.
Air suci dari Merta Sari, lanjut dia, dialirkan ke lahan pertanian agar bangkai hama terbawa arus. Di balik prosesi tersebut, masyarakat menaruh harapan pada panen yang melimpah.
“Ini bentuk syukur dan doa kepada Tuhan supaya hasil panen baik, sekaligus mendukung cita-cita swasembada pangan,” kata Lalu Selamet.
Warga setempat, Amaq Muslihin, mengaku antusias mengikuti tradisi itu. Ia secara sukarela menyiapkan makanan dan buah-buahan untuk disantap bersama tamu serta masyarakat.
“Kami swadaya menyajikan semua ini. Padi saya juga sudah mulai menguning, semoga setelah doa-doa ini panennya berlimpah,” ujarnya sambil menikmati hidangan. (ln)
