-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Lombok Timur Dilirik Lembaga Dunia, Program Migran hingga Kesehatan Remaja Segera Jalan

Senin, 16 Maret 2026 | 19.06 WIB Last Updated 2026-03-16T11:30:30Z
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Bappeda Lombok Timur, Lalu Bagus Wikrama


Lokalnews.id — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, membuka ruang kerja sama dengan berbagai lembaga nasional maupun internasional guna memperkuat pembangunan daerah serta meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.


Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lombok Timur, Lalu Bagus Wikrama, mengatakan sejumlah organisasi saat ini tengah menjalin maupun memperpanjang kerja sama dengan pemerintah daerah.


Sebagian lembaga akan memulai program baru pada tahun ini, sementara beberapa lainnya melanjutkan kegiatan yang telah berjalan sebelumnya.


Salah satu organisasi yang akan memulai program adalah International Organization for Migration (IOM), lembaga di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bergerak dalam isu migrasi.


Menurut Wikrama, Lombok Timur dipilih sebagai salah satu lokasi program karena jumlah pekerja migran dari daerah tersebut tergolong tinggi.


“Lombok Timur menjadi salah satu dari dua kabupaten di Indonesia yang menjadi lokus kegiatan IOM, selain Kabupaten Cilacap,” kata Wikrama, Senin (16/3).


Melalui program tersebut, IOM akan membantu memperkuat tata kelola migrasi pekerja migran, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten hingga desa.


Penguatan tata kelola itu tidak hanya menyasar lembaga pemerintah, tetapi juga perusahaan penyalur pekerja migran serta masyarakat yang terlibat dalam proses migrasi.


“Harapannya, tata kelola pekerja migran di Lombok Timur bisa berjalan lebih baik sehingga tidak terjadi lagi persoalan yang merugikan para pekerja migran,” ujarnya.


Program tersebut direncanakan mulai diluncurkan pada pertengahan Mei 2026. Saat ini tim IOM masih melakukan asesmen lapangan untuk memetakan kondisi sebelum pelaksanaan kegiatan dimulai.


Selain IOM, lembaga filantropi Dompet Dhuafa juga dijadwalkan mulai menjalankan program di Lombok Timur tahun ini.


Program yang dirancang akan berfokus pada penguatan kesehatan remaja. Wikrama menilai program tersebut penting karena kelompok remaja membutuhkan pembinaan agar mampu menjaga kesehatan serta kualitas hidup mereka.


“Saat ini mereka masih melakukan asesmen untuk menentukan fokus kegiatan yang akan dilaksanakan di Lombok Timur,” katanya.


Pelaksanaan program tersebut nantinya akan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) agar kegiatan berjalan secara terkoordinasi.


Di sisi lain, organisasi Seameo Recfon juga akan memperpanjang kerja samanya dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Program ini telah berjalan sejak 2020 dan dinilai memberikan sejumlah dampak positif bagi masyarakat.


Menurut Wikrama, kerja sama tersebut selama ini berkontribusi dalam penguatan konvergensi penanganan stunting serta peningkatan ketahanan masyarakat terhadap bencana.


“Sejak 2020 hingga sekarang sudah banyak perubahan yang dilakukan, terutama dalam penguatan konvergensi stunting dan respon terhadap kondisi bencana,” ujarnya.


Ke depan, pemerintah daerah berharap berbagai program dari lembaga-lembaga tersebut mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, mulai dari peningkatan tata kelola pekerja migran, perbaikan kesehatan remaja, hingga penguatan ketahanan terhadap bencana.


Pemerintah daerah juga akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap seluruh kegiatan yang dijalankan oleh para mitra kerja sama tersebut.


“Monitoring dan evaluasi penting dilakukan untuk melihat sejauh mana progres kegiatan serta memastikan target yang ditetapkan dapat tercapai,” kata Wikrama.


Program-program tersebut rencananya akan difokuskan di desa-desa dengan jumlah pekerja migran tinggi serta wilayah yang masih memiliki angka stunting relatif tinggi di Lombok Timur. (*)

×
Berita Terbaru Update