![]() |
| Jemaah haji keloter I tahun 2026, asal Lombok Timur. Foto : istimewa |
Lokalnews.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur (Lotim), merilis hasil pemeriksaan kesehatan jemaah haji Kloter 1 per 21 April 2025. Dari total 393 jemaah, sebanyak 392 orang (99,75%) dinyatakan layak terbang, sementara 1 orang (0,25%) tidak layak berangkat.
Kepala Dinas Kesehatan Lotim, Ns. H. Lalu Aries Fahrozi mengatakan, dari sisi komposisi usia, jemaah didominasi kelompok di bawah 60 tahun sebanyak 232 orang (59,03%), sedangkan usia di atas 60 tahun mencapai 161 orang (40,97%).
Berdasarkan jenis kelamin, kata dia, jemaah perempuan lebih banyak yakni 217 orang (55%), dibanding laki-laki 176 orang (45%).
Namun, perhatian utama terdapat pada status kesehatan jemaah. Sebanyak 267 orang (67,94%) masuk kategori risiko tinggi (risti), terdiri dari 61 orang risiko berat (22,85%), 81 orang risiko sedang (30,34%), dan 125 orang risiko ringan (46,82%).
"Sementara jemaah tanpa risiko tercatat 126 orang (32,06%),"ungkap Aries, kepada media ini, Jumat (24/4)
Dari distribusi penyakit, kasus hipertensi menjadi yang terbanyak dengan 116 orang, disusul kategori sehat dengan pengobatan sebanyak 97 orang.
Sementara penyakit lain yang cukup dominan meliputi diabetes melitus tipe 2 (39 kasus), kardiomegali (37 kasus), hiperkolesterolemia murni (31 kasus), serta gangguan jantung dan ginjal masing-masing 20 dan 15 kasus.
Dalam proses pemeriksaan, sebanyak 140 jemaah (35,62%) menjalani istithaah mandiri, sedangkan 251 orang (63,87%) membutuhkan pendampingan. Hanya 1 orang yang masuk kategori istithaah sementara dan 1 orang tidak istithaah.
Tercatat pula dua jemaah dirujuk ke RSUP, dengan rincian satu orang mengalami fraktur dan satu orang dengan hemoglobin di bawah 8. Dari kasus tersebut, satu jemaah ditunda keberangkatannya dan satu lainnya batal berangkat.
Selain itu, kunjungan ke poliklinik mencapai 19 orang (4,83%), sementara pengguna kursi roda sebanyak 9 orang (2,29%). Tidak ditemukan penyakit berpotensi kejadian luar biasa (KLB).
