-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pemda Lotim Siapkan Rp30 Miliar untuk Revitalisasi Masjid

Sabtu, 18 April 2026 | 08.25 WIB Last Updated 2026-04-21T07:51:21Z
Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, H.M Juaini Taofik



Lokalnews.id —Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mulai mematangkan langkah dalam menata ulang fungsi masjid. Tak hanya sebagai tempat ibadah, masjid diarahkan menjadi pusat aktivitas sosial yang terintegrasi dengan ruang publik.


Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, H.M Juaini Taofik, saat menghadiri pelantikan pengurus Masjid At-Taqwa Pancor periode 2026–2030, Jumat (17/4). Ia mengungkapkan, selain revitalisasi Masjid Agung Al-Mujahidin Selong, pemerintah juga merancang integrasi Masjid Besar At-Taqwa Pancor dengan Ruang Terbuka Publik (RTP) di sekitarnya.


Konsep ini bukan hal baru. Pemda mencontoh penataan Masjid Besar Masbagik yang telah lebih dulu terhubung dengan ruang publik dan menjadi pusat aktivitas masyarakat. Namun, untuk mewujudkan hal serupa di Pancor, pemerintah masih harus menuntaskan kajian administratif, terutama terkait pengelolaan dan pemanfaatan aset.


“Prosesnya harus sesuai prosedur. Biasanya diawali dengan penyerahan hak pengelolaan selama dua tahun sebelum bisa dihibahkan penuh,” ujar Sekda.


Ia menegaskan, Bupati telah memberi arahan agar proses kajian dipercepat demi optimalisasi pemanfaatan aset masjid untuk kepentingan jamaah.


Langkah ini menjadi bagian dari visi besar Pemda dalam membangun masyarakat religius sekaligus modern. Terlebih, berdasarkan data Kementerian Agama, Lotim memiliki sedikitnya 1.435 masjid dengan berbagai kategori yang berpotensi dikembangkan.


Tak main-main, Pemda telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp30 miliar dari APBD untuk revitalisasi Masjid Agung Al-Mujahidin Selong. Anggaran tersebut akan digelontorkan secara bertahap selama tiga tahun, termasuk untuk mengintegrasikan kawasan masjid dengan Taman Tugu di depan Pendopo.


Di sisi lain, Sekda juga menyoroti praktik pengelolaan masjid yang dinilai justru lebih transparan dibanding lembaga formal. Ia menyebut, tradisi keterbukaan pengurus Masjid At-Taqwa Pancor—yang rutin mengumumkan aset dan sumbangan sebagai standar moral yang patut ditiru.


“Pengurus masjid bekerja tanpa gaji, tapi mampu menjaga amanah dengan sangat baik. Ini pelajaran penting bagi pemerintah,” katanya.


Dengan jumlah penduduk yang mendekati 1,5 juta jiwa, Pemda menyadari tak bisa bekerja sendiri. Masjid diharapkan menjadi pusat pemberdayaan umat, baik dari sisi ekonomi maupun pendidikan.


Dalam kesempatan itu, Sekda juga menitipkan pesan kepada calon jamaah haji asal Lotim agar menjaga etika selama beribadah, termasuk tidak mengumbar keluhan di media sosial. Ia meminta jamaah mengedepankan komunikasi langsung dengan petugas untuk memastikan penanganan yang cepat dan tepat.


Pemda, lanjutnya, telah menyiapkan dukungan penuh, termasuk tenaga kesehatan untuk mendampingi jamaah selama menjalankan ibadah haji.


Acara tersebut turut dihadiri unsur pemerintah kecamatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah calon haji di lingkungan Pancor.

×
Berita Terbaru Update