-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bupati Lotim Sebut Pertanian Jadi Penopang Ekonomi, Targetkan Produksi Padi Tembus 7 Ton per Hektare

Jumat, 26 Juni 2026 | 07.57 WIB Last Updated 2026-06-25T23:57:26Z
Menghadiri Selamatan Reban Beleong. Foto: istimewa 


Selong, LokalNews.id - Sektor pertanian masih menjadi penopang utama perekonomian Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lotim berkomitmen terus memberikan perhatian terhadap sektor tersebut.


Hal itu disampaikan Bupati Lombok Timur Haerul Warisin saat menghadiri Selamatan Reban Beleong dan Pengukuhan P3A Tirta Karya Beleong, pada Kamis (25/6).


Menurut Warisin, pertumbuhan ekonomi daerah sangat dipengaruhi oleh aktivitas para petani dan peternak. Di sisi lain, penguatan sektor pertanian juga sejalan dengan program pemerintah pusat dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan.


"Peningkatan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lombok Timur dipicu oleh kegiatan para petani dan peternak kita," kata Warisin.


Ia menilai, Lotim memiliki potensi besar di sektor pertanian. Karena itu, petani didorong memanfaatkan teknologi modern dan bibit unggul untuk meningkatkan produktivitas.


"Bicara pertanian ke depan harus memperhatikan pertanian modern," ujarnya.


Warisin menargetkan, produktivitas padi yang saat ini berada di kisaran 4-6 ton per hektare dapat meningkat menjadi minimal 7 ton per hektare. Ia juga meminta, penyuluh pertanian terus mengikuti perkembangan teknologi agar dapat diterapkan oleh para petani.


Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Lotim menyerahkan bantuan berupa satu paket jalan usaha tani, satu paket jaringan irigasi, serta satu unit combine harvester kepada P3A Tirta Karya Beleong. Bantuan tersebut, diharapkan mampu meningkatkan hasil pertanian sekaligus kesejahteraan petani.


Selain itu, Warisin mendorong pembentukan koperasi yang dikelola secara profesional serta mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian sumber air untuk mendukung keberlanjutan pertanian.


Sementara itu, Ketua P3A Tirta Karya Beleong Asrul Afandi, mengatakan jaringan irigasi Reban Beleong mengairi sekitar 270 hektare lahan pertanian di Desa Teros, Desa Banjar Sari, Kelurahan Suryawangi, dan Kelurahan Tanjung.


Sebanyak 556 petani yang tergabung dalam 11 kelompok tani memanfaatkan jaringan irigasi tersebut. Komoditas utama yang dibudidayakan adalah padi dan jagung. 


Produktivitas padi saat ini kata Asrul, mencapai 4-6 ton per hektare, sedangkan jagung berkisar 6-8 ton per hektare setiap musim tanam.


Ia juga mengungkapkan sejumlah pintu air, saluran sekunder, dan saluran tersier sudah mengalami kerusakan sehingga mengurangi debit air yang mengaliri lahan pertanian.


Selamatan Reban Beleong merupakan tradisi masyarakat setempat untuk memperkuat gotong royong dan silaturahmi antarpetani. Kegiatan itu digelar secara swadaya dengan melibatkan masyarakat serta dihadiri sejumlah pimpinan OPD, camat, lurah, dan kepala desa.

×
Berita Terbaru Update