-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriah Jadi Momentum Evaluasi Pembangunan Lotim

Selasa, 16 Juni 2026 | 06.30 WIB Last Updated 2026-06-15T22:30:47Z
Doa bersama akhir tahun 1447 Hijriah dan awal tahun 1448 Hijriah di Masjid Agung Al-Mujahidin Selong. Foto: istimewa



Selong, Lombok Timur — Wakil Bupati Lombok Timur (Wabup Lotim) H. Moh. Edwin Hadiwijaya, menghadiri doa bersama akhir tahun 1447 Hijriah dan awal tahun 1448 Hijriah di Masjid Agung Al-Mujahidin Selong, Senin (15/6). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Festival 1 Muharram 1448 Hijriah yang digelar Pemerintah Kabupaten Lotim.


Dalam sambutannya, Edwin menyoroti capaian kafilah Lombok Timur pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI tingkat Provinsi NTB. Ia menyebut Lotim berhasil menembus final pada 21 cabang lomba dan menempati posisi kedua setelah tuan rumah yang meloloskan peserta pada 31 cabang.


Menurut Edwin, capaian tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan penyelenggaraan MTQ sebelumnya. Ia menilai hasil itu tidak terlepas dari perubahan pola pembinaan serta meningkatnya peran Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) dalam menyiapkan para peserta.


“Peningkatan ini menjadi bagian dari semangat hijrah, yakni menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya,” kata Edwin.


Wabup Lotim itu menjelaskan, peringatan pergantian tahun Hijriah tidak hanya menjadi agenda seremonial keagamaan, tetapi juga momentum refleksi dan evaluasi terhadap pelaksanaan pembangunan daerah. Edwin mengakui masih terdapat berbagai keterbatasan dalam menjalankan pemerintahan bersama Bupati Lotim H. Haerul Warisin.


Meski demikian, ia memastikan pemerintah daerah akan terus berupaya mewujudkan visi pembangunan daerah yang dirangkum dalam konsep SMART, yakni Sejahtera, Maju, Adil, Religius, dan Transparan.


Edwin menyebut penguatan sektor keagamaan menjadi salah satu fokus pemerintah daerah. Hal itu diwujudkan melalui dukungan terhadap LPTQ, penyelenggaraan berbagai kegiatan keagamaan, serta pendekatan yang lebih intensif kepada pondok pesantren.


Di sisi lain, pemerintah daerah juga terus mendorong pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, serta pelaksanaan berbagai program prioritas lainnya.


“Tentu masih banyak yang harus dibenahi. Karena itu kami terus berupaya menata program dan mengalokasikan anggaran secara lebih efektif dan efisien agar target pembangunan dapat tercapai,” ujarnya.


Pada kesempatan tersebut, Edwin juga berharap Festival Muharram dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak desa dalam kegiatan Parade Dulang. Menurut dia, partisipasi yang lebih luas akan memperkaya ragam budaya dan tradisi masyarakat Lotim yang bernilai religius.


Ia menilai Parade Dulang tidak hanya menjadi tradisi budaya, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas masyarakat yang menjadi modal sosial penting dalam mendukung pembangunan daerah.


“Kebersamaan dan kepedulian sosial harus terus dijaga karena menjadi kekuatan utama Lombok Timur untuk terus tumbuh dan berkembang,” katanya.


Edwin kemudian mengajak masyarakat menyambut tahun baru Hijriah dengan memperkuat persatuan, menjaga keamanan, dan mendukung pelaksanaan pembangunan daerah.


Kegiatan dilanjutkan dengan pengajian hikmah Tahun Baru Islam yang disampaikan TGH Muzayyin Shobri. Acara kemudian ditutup dengan makan bersama menggunakan 1.448 dulang yang disiapkan masyarakat Desa Pengadangan.

×
Berita Terbaru Update