-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

IAI Hamzanwadi Pancor Resmi Buka S2 Studi Islam, Kuliah 4 Semester dengan Biaya Terjangkau

Kamis, 25 Juni 2026 | 13.08 WIB Last Updated 2026-06-25T05:08:08Z
Kampus IAIH Hamzanwadi Pancor, Lombok Timur, NTB. Foto : lokalnews.id


Selong, LokalNews.id - Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), resmi mengantongi izin penyelenggaraan Program Magister (S2) Studi Islam. Izin tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 253 Tahun 2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 12 Maret 2026.


Dengan terbitnya izin tersebut, kampus yang berlokasi di Pancor, Lotim, NTB, kini membuka akses pendidikan pascasarjana bagi masyarakat yang ingin melanjutkan studi di bidang keislaman.


Direktur Pascasarjana IAI Hamzanwadi Pancor, Prof. Dr. H. M. Taufik, mengatakan program magister tersebut dirancang untuk ditempuh selama empat semester. Menurutnya, biaya pendidikan yang ditawarkan relatif terjangkau tanpa mengurangi kualitas pembelajaran.


"Murah tapi tidak murahan," ujar Prof. Taufik.


Ia menjelaskan, program pascasarjana tersebut terintegrasi dengan lingkungan pondok pesantren yang menjadi karakter khas IAI Hamzanwadi Pancor. Sistem pembelajaran dirancang untuk melahirkan lulusan yang memiliki pemahaman keislaman yang mendalam dan relevan dengan perkembangan zaman.


"Di dalam proses harus berpikir radikal ya akhlatiyahnya, ini bersambung dengan kita mengkaji soal literasi Timur Tengah," katanya.


Menurut Prof. Taufik, mahasiswa nantinya akan dibekali pemahaman yang komprehensif terkait syariah, usul fikih, serta berbagai disiplin ilmu keislaman lainnya.


Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, kampus yang dipimpin Tuan Guru Bajang (TGB) M. Zainul Majdi itu telah menyiapkan tenaga pengajar yang dinilai memadai. Ia menyebut IAI Hamzanwadi Pancor memiliki sejumlah dosen bergelar profesor yang siap mengajar pada program magister.


"Kalaupun kita menggunakan orang kita saja, sudah cukup," ujarnya.


Program Magister Studi Islam ini akan menghasilkan lulusan dengan gelar Magister Studi Islam (M.S.I.). Selain itu, kurikulum yang disusun juga akan menghadirkan kelas-kelas dengan karakter dan konsentrasi keilmuan tertentu.


Prof. Taufik optimistis program tersebut dapat berkembang dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.


"Saya yakin kita bisa, insyaallah," pungkasnya.

×
Berita Terbaru Update