-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

IAI Hamzanwadi Pancor Gelar Diskusi Antropologi, Peneliti Jepang Kupas Tradisi Sasak

Jumat, 03 Juli 2026 | 09.40 WIB Last Updated 2026-07-03T01:40:49Z
Diskusi antropologi menghadirkan peneliti asal Jepang, Saki Tanada, Ph.D., Foto : istimewa 



Selong, LokalNews.id - Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor, menggelar diskusi antropologi menghadirkan peneliti asal Jepang, Saki Tanada, Kamis (2/7). Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan lantai III Rektorat IAI Hamzanwadi Pancor itu membahas berbagai tradisi masyarakat Sasak dari perspektif antropologi.


Diskusi dibuka Wakil Rektor I Bidang Akademik IAI Hamzanwadi Pancor, Abdul Hayyi Akrom. Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran Saki Tanada yang merupakan alumni Program Doktor Antropologi dari Kanazawa University, Jepang.


"Kami mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada Ibu Saki Tanada yang telah meluangkan waktu untuk berbagi ilmu di IAI Hamzanwadi Pancor," ujarnya.


Abdul Hayyi berharap kegiatan ilmiah yang melibatkan akademisi internasional dapat terus digelar sebagai upaya memperkuat kolaborasi dan pengembangan ilmu pengetahuan di lingkungan kampus.


Dalam pemaparannya, Saki Tanada menjelaskan hasil riset antropologinya mengenai kehidupan masyarakat Sasak di Lombok. Menurutnya, sejumlah tradisi yang dianggap biasa oleh masyarakat justru menyimpan makna sosial dan budaya yang mendalam jika ditelaah secara ilmiah.


Salah satu tradisi yang menjadi sorotan adalah budaya ngidam pada ibu hamil. Menurut Saki, ngidam bukan sekadar keinginan ibu hamil terhadap makanan atau sesuatu, tetapi juga menjadi bentuk pengakuan keluarga terhadap bayi yang masih berada dalam kandungan sebagai bagian dari keluarga dan masyarakat.


Ia menilai tradisi tersebut menjadi bentuk perhatian keluarga kepada ibu hamil sekaligus upaya memberikan perlindungan selama masa kehamilan.


Selain itu, Saki juga mengulas tradisi ketemuk, yakni interaksi simbolik antara orang yang masih hidup dengan leluhur atau anggota keluarga yang telah meninggal. Tradisi tersebut menjadi bagian dari penelitian etnografi yang ia tuangkan dalam disertasinya berjudul The Mother-Child Bonding in Pregnancy, Childbirth, and Postnatal: An Ethnographic Study of Birthing among Sasak People in Lombok.


Saki mengatakan penelitian antropologi memiliki peran penting dalam memperkenalkan realitas kehidupan masyarakat kepada dunia internasional. Menurutnya, publikasi ilmiah mampu membangun pemahaman dan penghormatan terhadap keberagaman budaya.


"Realitas kehidupan masyarakat perlu diangkat melalui penelitian agar dikenal oleh masyarakat dunia dan menumbuhkan penghormatan terhadap perbedaan," katanya.


Diskusi tersebut menjadi bagian dari upaya IAI Hamzanwadi Pancor memperluas wawasan civitas akademika sekaligus mendorong lahirnya riset-riset yang mengangkat kekayaan budaya lokal ke tingkat internasional.

×
Berita Terbaru Update