-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Wabup Edwin Lepas Jalan Santai Pembuka Satu Dekade Alunan Budaya Pringgasela 2026

Selasa, 21 Juli 2026 | 09.24 WIB Last Updated 2026-07-21T01:24:49Z


LOKALNEWS.ID – Perhelatan Alunan Budaya Desa Pringgasela resmi membuka rangkaian satu dekade penyelenggaraannya melalui kegiatan Car Free Day (CFD) yang dipusatkan di kawasan Tugu Juang Pringgasela Raya (Tugu Mopra), Ahad (19/7). Salah satu agenda yang menyedot antusiasme masyarakat adalah jalan santai yang dilepas langsung oleh Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya.


Sebelum melepas peserta, Wabup Edwin menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Pringgasela yang dinilai mampu menjaga kekompakan sekaligus melestarikan adat dan budaya daerah. 


Menurutnya, Pringgasela tidak hanya dikenal melalui keindahan kain tenun, tetapi juga karena semangat masyarakatnya dalam mempertahankan tradisi.


Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur akan terus mendukung berbagai kegiatan positif yang tumbuh dari masyarakat, termasuk Alunan Budaya Pringgasela.


“Pemerintah daerah akan selalu mendukung kegiatan-kegiatan positif berbasis kemasyarakatan seperti ini. Karena pembangunan Lombok Timur tidak akan berjalan lancar tanpa adanya masyarakat yang sehat, rukun, dan optimis seperti warga Pringgasela,” ujar Edwin.


Wabup menilai kegiatan jalan santai tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan jasmani, tetapi juga menjadi ruang mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, dan memperkuat persaudaraan antarmasyarakat.


Aktivitas fisik tersebut, menurutnya, juga mampu menghadirkan kebahagiaan, terlebih dengan adanya berbagai doorprize yang disiapkan bagi peserta.


Karena itu, ia mengajak seluruh peserta untuk menjaga ketertiban dan kebersihan selama mengikuti kegiatan serta menikmati suasana kebersamaan dengan penuh kegembiraan.


Alunan Budaya Desa Pringgasela 2026 merupakan bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN). Memasuki satu dekade penyelenggaraannya, tahun ini kegiatan mengusung tema “Srimananti”, yang merepresentasikan harapan, peran perempuan, serta identitas tenun khas Pringgasela sebagai warisan budaya yang terus dijaga dan dikembangkan.

×
Berita Terbaru Update