-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

KMN NTB DUKUNG GUS YUSUF PIMPIN PBNU: DORONG PENGUATAN PESANTREN INKLUSIF DAN RUANG AMAN BAGI SANTRI

Minggu, 19 Juli 2026 | 17.42 WIB Last Updated 2026-07-19T09:45:13Z

KMB NTB DUKUNG GUS YUSUF PIMPIN PBNU

Lokalnews, Mataram, Nusa Tenggara Barat —18/07/2026 Menjelang Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kita Muda Nahdliyin (KMN) NTB menggelar diskusi kepemudaan. Diskusi yang bertajuk “Pesantren Inklusif dan Ruang Aman” diikuti oleh puluhan pemuda sebagai salah satu entitas warga nahdliyin yang ikut merasakan keresahan atas kasus kekerasan yang terjadi di salah satu Pesantren di Lombok Tengah beberapa waktu lalu. Dalam diskusi yang diselenggarakan di Kedai Inges, Kota Mataram menghadirkan sejumlah narasumber dari latar belakang santri dan akademisi.

Penguatan pesantren inklusif dan ruang aman bagi seluruh santri dinilai menjadi salah satu agenda strategis yang harus menjadi perhatian serius Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada periode mendatang. Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap terciptanya lingkungan pendidikan pesantren yang bebas dari kekerasan, perundungan, diskriminasi, dan pelecehan, Kita Muda Nahdliyin (KMN) Nusa Tenggara Barat memandang kepemimpinan PBNU harus lahir dari sosok yang memahami tradisi pesantren sekaligus mampu menghadirkan pembaruan dalam tata kelola pendidikan Islam.

Koordinator Daerah KMN NTB, Akbar Rumi, mengatakan bahwa pesantren inklusif bukan sekadar konsep baru, melainkan pengejawantahan nilai-nilai luhur yang telah lama hidup dalam tradisi Nahdlatul Ulama. Nilai kasih sayang (rahmah), penghormatan terhadap martabat manusia, musyawarah, dan akhlakul karimah merupakan fondasi utama pendidikan pesantren yang harus terus diperkuat dalam menghadapi tantangan zaman.


"Gagasan tentang pesantren inklusif dan ruang aman membutuhkan kepemimpinan yang memahami dunia pesantren dari dalam. Kami memandang Gus Yusuf hadir sebagai salah satu figur yang mampu menjawab kebutuhan tersebut melalui pengalaman, keteladanan, dan pengabdiannya di lingkungan pesantren," ujar Akbar Rumi.

Menurutnya, Muktamar Ke-35 PBNU bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan organisasi, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk menentukan arah gerak Nahdlatul Ulama dalam menjawab tantangan pendidikan pesantren, kaderisasi ulama, pemberdayaan umat, serta penguatan peran NU di tengah perubahan sosial yang semakin dinamis.


Atas dasar itu, KMN NTB menyatakan dukungan kepada K.H. Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) sebagai salah satu figur terbaik untuk memimpin PBNU pada periode mendatang. Menurut organisasi tersebut, pengalaman panjang Gus Yusuf sebagai pengasuh pesantren menjadikannya sosok yang memiliki kapasitas untuk memperkuat pesantren sebagai lembaga pendidikan yang inklusif, berkeadaban, dan menjadi ruang aman bagi seluruh santri tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Karliade Aji Putra (Akademisi) sebagai salah satu narasumber menyampaikan, “Gus Yusuf tidak hanya memiliki kapasitas dalam mengelola organisasi, tetapi juga mempunyai integritas moral, keluasan wawasan kebangsaan, serta rekam jejak kepemimpinan yang lahir dari tradisi pesantren. Sebagai Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang, Gus Yusuf dinilai berhasil menunjukkan bahwa pesantren merupakan pusat pembentukan karakter, pengembangan ilmu pengetahuan, dan kaderisasi ulama yang tetap relevan menjawab dinamika masyarakat modern”.


Karakter kepemimpinan Gus Yusuf yang humanis dinilai menjadi salah satu kekuatan penting. Selama ini, ia dikenal dekat dengan santri, pemuda, akademisi, budayawan, dan masyarakat akar rumput. Dakwah yang dibangun tidak menciptakan sekat, melainkan memperkuat persaudaraan, dialog, dan semangat kebersamaan sebagaimana diwariskan para masyayikh Nahdlatul Ulama.


Kita Muda Nahdliyin (KMN) Nusa Tenggara Barat mengajak seluruh kader, santri, alumni pesantren, simpatisan Nahdlatul Ulama, serta warga Nahdliyin di Indonesia untuk memberikan dukungan moral kepada K.H. Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) sebagai salah satu figur terbaik yang dinilai mampu membawa PBNU semakin kuat, berwibawa, inklusif, serta menjadikan pesantren sebagai ruang pendidikan yang aman, bermartabat, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Bagi KMN NTB, dukungan ini tidak semata ditujukan kepada seorang figur, melainkan sebagai ikhtiar menghadirkan kepemimpinan PBNU yang berpijak pada ilmu, akhlak, sanad keilmuan, keteladanan, serta keberanian melahirkan gagasan untuk memperkuat Nahdlatul Ulama sebagai pelopor peradaban Islam Nusantara. Momentum Muktamar Ke-35 PBNU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, diharapkan menjadi titik awal lahirnya kepemimpinan yang mampu memperkuat persatuan jam'iyah, menjaga marwah organisasi, serta membawa NU semakin responsif terhadap tantangan zaman tanpa meninggalkan tradisi keilmuan pesantren.



×
Berita Terbaru Update