-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

IAIH Pancor Gelar Visiting Professor, Dosen Didorong Raih Jabatan Guru Besar

Minggu, 19 Juli 2026 | 19.35 WIB Last Updated 2026-07-19T11:35:00Z
Wakil Rektor I IAIH Pancor, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom (kiri) dan Kaprodi Program Doktor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Sutiah (kanan). Foto : istimewa 




Selong, Lokalnews.id – Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor, menggelar kegiatan Visiting Professor dengan menghadirkan dua guru besar dari Universitas Islam Negeri (UIN) Malang di ruang pertemuan lantai 3 IAIH Pancor. Kegiatan tersebut diikuti seluruh dosen IAIH Pancor sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya akademik, riset, dan publikasi ilmiah.


Dua narasumber yang hadir yakni Kaprodi Program Doktor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Sutiah, M.Pd, serta Guru Besar Hukum Ekonomi UIN Malang, Prof. Dr. Khairul Hidayah, M.H.


Wakil Rektor I IAIH Pancor, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada kedua guru besar tersebut. Ia berharap kehadiran para profesor mampu menjadi motivasi bagi para dosen untuk terus meningkatkan kualitas akademik hingga meraih jabatan guru besar.


"Guru besar merupakan indikator paling nyata dari kesungguhan seorang dosen dalam menjalankan profesinya. Untuk mencapainya dibutuhkan kualifikasi doktor, konsistensi melakukan riset, serta publikasi di jurnal internasional," ujarnya, Sabtu (18/7).


Ia menegaskan, IAIH Pancor terus berkomitmen membangun tradisi keilmuan melalui berbagai kegiatan akademik dan peningkatan publikasi ilmiah. Menurutnya, karya-karya dosen yang dipublikasikan di jurnal nasional maupun internasional akan semakin memperkuat reputasi kampus di tingkat nasional maupun global.


Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Hj. Sutiah menekankan bahwa jabatan guru besar merupakan anugerah akademik yang patut diperjuangkan oleh setiap dosen. Menurutnya, seorang dosen harus terus belajar, meneliti, menulis, mempublikasikan karya ilmiah, dan mengabdi kepada masyarakat secara konsisten.


"Guru besar sangat dibutuhkan untuk mendukung pengembangan kelembagaan, meningkatkan akreditasi perguruan tinggi, sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat," jelasnya.


Sementara itu, Prof. Dr. Khairul Hidayah membagikan strategi agar karya ilmiah dosen dapat diterima di jurnal internasional bereputasi. Sebagai Editor in Chief salah satu jurnal bereputasi Scopus di UIN Malang, ia menjelaskan pentingnya memilih tema penelitian yang relevan, menyusun metodologi yang kuat, serta menghasilkan tulisan yang berkualitas.


Ia juga mendorong dosen IAIH Pancor memanfaatkan berbagai persoalan dan potensi lokal Lombok sebagai bahan penelitian yang memiliki nilai ilmiah tinggi.


"Untuk meraih jabatan guru besar, publikasi di jurnal terindeks Scopus menjadi syarat utama. Karena itu, dosen harus mulai membangun budaya riset dan publikasi secara berkelanjutan," katanya.


Sebagai tindak lanjut kegiatan tersebut, IAIH Pancor dan UIN Malang menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang kerja sama pengembangan kelembagaan dan peningkatan publikasi ilmiah dosen.


Melalui kerja sama tersebut, kedua belah pihak berharap kolaborasi akademik dapat terus diperkuat. Para guru besar dari UIN Malang juga menyampaikan harapan agar pada kunjungan berikutnya mereka dapat bertemu dengan semakin banyak profesor yang lahir dari IAIH Pancor sebagai hasil penguatan budaya riset dan publikasi ilmiah di kampus tersebut.


×
Berita Terbaru Update