![]() |
| Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menghadiri acara peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Foto:lokalnews.id |
LOMBOK TIMUR, LokalNews.id — Bupati Lombok Timur (Lotim) H. Haerul Warisin memuji tradisi dulang dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, tradisi tersebut menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat yang perlu dipertahankan.
Hal itu disampaikan Haerul saat menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Samsul Falah, Bagek Nyaka Santri (BNS), Kecamatan Aikmel, Lombok Timur, Kamis (10/9/2026).
Haerul mengatakan, selama berkunjung ke sejumlah masjid di Lombok Timur, ia melihat antusiasme masyarakat dalam mempertahankan tradisi dulang. Ia bahkan menyoroti jumlah makanan yang disajikan dalam satu dulang di Desa BNS.
“Selama saya berkunjung ke masjid-masjid, saya lihat makanan yang disajikan satu dulang banyak dan tinggi. Tradisi perlu dipertahankan,” kata Haerul dalam sambutannya.
Selain berbicara mengenai tradisi masyarakat, Haerul menyampaikan sejumlah program Pemerintah Kabupaten Lombok Timur yang diarahkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurut dia, pemerintah daerah tengah memprioritaskan pembangunan dan penataan infrastruktur, antara lain perbaikan jalan, renovasi Gedung Wanita, penataan ruang publik, serta pembenahan Masjid Agung.
Di sektor kesehatan, Pemkab Lombok Timur juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp125 miliar untuk kepesertaan BPJS Kesehatan.
Haerul menegaskan, anggaran tersebut harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Ia mengaku tidak ingin mendengar keluhan masyarakat mengenai buruknya pelayanan di fasilitas kesehatan.
“Kalau ada petugas kesehatan yang main-main, tidak cepat layani pasien, laporkan. Nakes itu wajib saya tindak,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Haerul juga menyoroti pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Lombok Timur.
Ia menyebut kepengurusan BAZNAS saat ini mampu menghimpun dana ZIS lebih dari Rp25 miliar dalam satu tahun.
Haerul mengklaim capaian tersebut merupakan hasil pembenahan terhadap tata kelola organisasi dan pengelolaan dana ZIS.
“Pengurus lama tidak mampu. Karena banyak yang bocor. Kita bersih-bersih pengurus lama, ganti yang baru,” ujarnya.
Menurut Haerul, dana ZIS yang berhasil dihimpun BAZNAS selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima. Selain bantuan sosial, dana tersebut juga dimanfaatkan untuk memberikan insentif kepada guru ngaji dan marbot masjid.(LN)
