Lokalnews.id — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram berkolaborasi dengan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Lombok Utara menggelar aksi penanaman pohon di Pondok Pesantren NWDI Darul Iman, Bentek, Menggala, Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Senin (16/2/). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program nasional “Gerakan Penanaman Sejuta Pohon Badan POM” dalam rangka peringatan HUT ke-25 Badan POM.
Sebanyak 2.000 bibit pohon ditanam dalam kegiatan tersebut, terdiri dari jenis Mahoni, Jati Putih, Kelor, Durian, Alpukat, dan Kelengkeng. Penanaman dilakukan secara simbolis oleh Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar, Kepala BBPOM di Mataram Yogi Abaso Mataram, pimpinan Pondok Pesantren NWDI Darul Iman Ahmad Mualim Umam, serta perwakilan Kwarcab Lombok Utara, sebelum dilanjutkan oleh ratusan peserta yang terdiri dari 400 santri dan 100 anggota Pramuka.
Kepala BBPOM di Mataram Yogi Abaso Mataram mengatakan, program penanaman pohon tersebut dilaksanakan serentak oleh seluruh unit kerja Badan POM di Indonesia sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
“Kegiatan ini sebagai upaya pelestarian lingkungan, mitigasi perubahan iklim, dan pembangunan berkelanjutan. Kami ingin meningkatkan kualitas udara, menciptakan lingkungan yang lebih hijau, serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga ekosistem,” ujar Yogi dalam sambutannya.
Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar mengapresiasi kegiatan tersebut dan menekankan pentingnya perawatan pohon setelah penanaman agar manfaat ekologisnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Banyak pohon ditanam tanpa perawatan lanjutan, sehingga pertumbuhannya tidak optimal dan manfaat ekologisnya tidak tercapai,” kata Najmul.
Selain penanaman pohon, BBPOM di Mataram juga memberikan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) terkait obat dan makanan kepada peserta. Lembaga tersebut turut menampilkan contoh produk ilegal dan berbahaya melalui mobil laboratorium keliling.
Kegiatan ini menjadi bagian awal dari target penanaman 22 ribu pohon di Pulau Lombok. Melalui aksi tersebut, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih hijau, udara yang lebih bersih, serta ekosistem yang lebih sehat bagi generasi mendatang.


