![]() |
| Rapat koordinasi teknis pembagian sembako di ruang Sekda Lombok Timur, H.M Juaini Taofik. Foto/istimewa |
Lokalnews.id — Menjelang Idulfitri, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mulai mempersiapkan penyaluran bantuan sembako bagi masyarakat. Namun di balik percepatan distribusi tersebut, persoalan data penerima bantuan masih menjadi pekerjaan rumah.
Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) sekaligus Sosialisasi Teknis Pembagian Bantuan Sembako yang digelar di ruang kerja Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, Jumat (6/3). Rapat tersebut dihadiri para camat se-Lombok Timur dan dipimpin langsung oleh Sekda H. Muhammad Juaini Taofik, didampingi Asisten I serta Kepala Dinas Sosial.
Dalam rapat itu, Sekda menegaskan seluruh proses penyaluran bantuan harus mengikuti aturan yang berlaku, merujuk pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang optimalisasi bantuan sosial.
Ia meminta Dinas Sosial segera menerbitkan surat edaran kepada para camat yang berisi petunjuk teknis pembagian bantuan berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Semua harus sesuai regulasi. Dasar pelaksanaan ini adalah surat edaran untuk para camat yang berisi juknis penerima sesuai dengan DTSEN,” kata Juaini.
Sekda juga mengingatkan bahwa mekanisme graduasi—yakni penggantian penerima yang dinilai sudah tidak layak—kerap memicu persoalan di lapangan. Karena itu, ia meminta para camat aktif melakukan sosialisasi agar masyarakat memahami proses tersebut.
Selain itu, camat diminta mendorong desa yang datanya belum rampung agar segera menuntaskan pendataan penerima bantuan.
Untuk teknis distribusi, bantuan sembako rencananya akan disalurkan melalui kantor desa masing-masing. Jadwal serta jumlah bantuan yang diterima setiap desa akan diumumkan kemudian.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Lombok Timur Siti Aminah mengatakan bantuan sembako sebenarnya sudah tiba sejak Selasa lalu. Saat ini pihaknya masih melakukan proses pengecekan dan penyiapan barang di gudang bersama tim pendamping.
“Barang bantuan sudah datang sejak Selasa. Hari ini kami bersama tim melakukan pengecekan langsung ke gudang,” ujarnya.
Ia optimistis bantuan tersebut dapat disalurkan kepada masyarakat sebelum Hari Raya Idulfitri.
Meski demikian, dari total 254 desa di Lombok Timur, masih ada beberapa desa yang belum menuntaskan data penerima bantuan.
Pendataan penerima menggunakan basis DTSEN dengan prioritas masyarakat pada desil 1 hingga 3. Menurut Siti, kelompok desil 1 dan 2 akan diprioritaskan agar seluruhnya bisa terakomodasi terlebih dahulu.
“Untuk desil 1 dan 2 kita upayakan 100 persen, baru setelah itu desil 3,” jelasnya.
Ia juga mengakui bahwa data DTSEN masih sangat dinamis dan belum sepenuhnya sempurna. Sejumlah kendala yang kerap muncul di antaranya persoalan administrasi kependudukan yang disalahgunakan hingga perdebatan terkait kriteria layak dan tidak layak menerima bantuan.
Karena itu, Dinas Sosial meminta dukungan semua pihak untuk terus memperbarui dan memvalidasi data agar bantuan tepat sasaran.
Rencananya, Kecamatan Masbagik akan menjadi lokasi peluncuran program penyaluran bantuan sembako tersebut sebelum dilanjutkan ke kecamatan lainnya dan ditutup di Kecamatan Selong.
